Senin, 18 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Bobol Sekolah untuk Nafkahi Dua Istri

Rabu, 14 Mar 2018 03:20 | editor : Lambertus Hurek

Tersangka Tolib dan barang bukti yang diamankan polisi.

Tersangka Tolib dan barang bukti yang diamankan polisi. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SIDOARJO)

Akhmad Tolib, 29, warga Kecamatan Kepung, Kediri yang tinggal di kawasan Tambak Mayor, Surabaya, ditahan di Polsek Sidoarjo. Pria ini diduga sebagai pelaku pembobolan SDN Gebang I, Kelurahan Gebang, Kecamatan Sidoarjo, pada 2 Maret 2018 lalu.
Ketika itu tersangka membawa lari satu unit proyektor yang diambilnya dari salah satu kelas di sekolah tersebut. Meski berhasil kabur, tersangka yang bekerja kuli bangunan ini teridentifikasi karena dia meninggalkan mobil sewaan di halaman belakang sekolah tersebut.
Kapolsek Sidoarjo Kompol Rochsul mengatakan pencurian tersangka dilakukan sekitar pukul 00.00. Saat itu ia tepergok warga yang sedang melakukan patroli di sekitar SDN Gebang I. Warga curiga dengan keberadaan mobil di halaman belakang sekolah tersebut. Warga menunggunya, hingga akhirnya memberanikan diri mengecek mobil berwarna putih tersebut. Saat dicek ternyata tidak ada seorang pun di dalamnya.
“Warga curiga dan mengecek ke sekolah. Dengan senter, warga mengecek kelas dan melihat ada seseorang di salah satu ruangan kelas,” paparnya.
Warga langsung menuju ke depan sekolah sembari meneriaki tersangka. Ternyata, setelah mengetahui terpergok, tersangka melompati tembok setinggi dua meter yang atasnya berduri sambil membawa satu proyektor.
“Ia berhasil melarikan diri, sementara mobil yang digunakannya untuk beraksi ditinggal,” lanjut Kompol Rochsul.
Polisi yang mendapat informasi tersebut langsung menuju ke lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Saat pemeriksaan tersebut, pihak kepolisian membawa serta mobil yang ditinggalkan tersangka dan dilakukan penyelidikan melalui petunjuk tersebut. Diketahui mobil tersebut ternyata disewa oleh tersangka dan dari situlah diketahui identitasnya.
“Kami tangkap tersangka di minimarket Jalan Tanjungsari, Surabaya. Kami juga amankan proyektor yang dicurinya,” katanya.
Dari keterangan tersangka, ia sudah dua kali ini melakukan pembobolan sekolah. Pertama kali ia melakukannya di salah satu sekolah di wilayah Ngoro, Mojokerto. Saat itu ia juga berhasil mengambil proyektor dua unit, namun hanya satu yang berhasil dijual seharga Rp 1,3 juta.
Sementara di SDN Gebang I ia belum sempat menjualnya. “Satu proyektor yang berhasil diambil di Mojokerto tidak dijual karena rusak. Sementara itu, untuk di Sidoarjo belum dijual ia sudah ditangkap,” katanya.
Kompol Rochsul mengatakan, tersangka ini selalu menggunakan mobil selama beraksi. Ia menyewa mobil Rp 250 ribu per hari. Ia sudah memperhitungkan keuntungannya selam beraksi dengan sewa mobil tersebut. Setiap beraksi minimal ia menarget dua buah proyektor.
Dari keterangan tersangka pula diketahui bahwa ia mencuri karena memiliki dua istri. Penghasilannya sebagai kuli bangunan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dua istrinya ini.
“Tersangka mengaku uang hasil penjualannya digunakan untuk menghidupi dua istrinya ini,” tambahnya. (gun/jee)

(sb/gun/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia