Kamis, 21 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Terlalu Genit di Komunitas Pecinta Kopi, Donjuan Lihai Menggoda Wanita

Rabu, 14 Mar 2018 05:25 | editor : Abdul Rozack

Donjuan genit suka godain teman sekomunitas

Donjuan genit suka godain teman sekomunitas (Grafis: Fajar)

Di lingkungan sosial, orang yang ramah cenderung disukai oleh banyak orang. Hal ini karena kepribadian mereka yang terbuka sehingga mudah akrab dengan semua orang. Tentu saja hal ini positif. Namun hal ini berbeda dengan Karin yang tak suka jika sang suami, Donjuan, akrab dengan semua orang. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Tidak ada penyesalan pada diri Karin untuk berpisah dengan Donjuan. Meski hubungan pernikahan mereka masih seumur jagung, Karin mantap untuk meninggalkan Donjuan lantaran tak terima dengan kelakuan suaminya yang selalu berkata manis kepada perempuan lain.

“ Dia sih menurutku bukan ramah, tapi cenderung terlalu genit,” ujarnya kepada Radar Surabaya saat berada di Ruang Tunggu Pengadilan Agama Kelas Satu Surabaya, Selasa (13/3). 

Karin menjelaskan, Donjuan yang tergabung ke dalam  komunitas pecinta kopi di Surabaya membuatnya memiliki jaringan pertemanan luas tak hanya laki-laki, namun juga perempuan. Karena dasarnya ramah, Donjuan akrab dengan hampir semua teman dalam komunitasnya. Donjuan pun sering bertukar pesan dengan teman-teman perempuannya. 

“Ya sering banget WA-an dengan teman-teman ceweknya itu. Bahas kopi sih, tapi juga banyak basa basi nggak penting,” kata Karin. 

Yang membuat Karin tak terima adalah pesan-pesan WA yang dikirim Donjuan dianggap terlalu genit dan cenderung menggoda. Karin yang mengaku posesif tak bisa menerima jika sang suami bertingkah seperti itu. 

“Saya orangnya cemburuan, jadi paling nggak bisa lihat suami nglirik perempuan lain, apalagi sampai bercanda,” jelas perempuan asal Kertajaya ini.

Saking cemburuannya, Karin lantas membatasi Donjuan untuk tidak mengirimkan pesan-pesan bernada menggoda itu. Ia bahkan membuat perjanjian di awal pernikahan agar suami bersikap sewajarnya saja dengan perempuan lain. Donjuan yang diikat seperti itu sempat menurut sampai akhirnya di usia enam bulan pernikahannya sikap aslinya muncul kembali. 

“Saya tahu memang orangnya seperti itu, makanya diawal pernikahan kita buat perjanjian yang isinya dia nggak boleh ber-WA apalagi berkata mesra kepada perempuan lain. Eh, sempet mandek, sekarang balik lagi,” ujar Karin kesal. 

Karin menjelaskan, sikap ramah Donjuan ini mungkin bagi orang lain biasa. Namun baginya, Donjuan sama sekali tidak bisa melihat pasangan hidupnya baik kepada orang lain. Dirinya mengaku selalu terbakar cemburu jika Donjuan bertukar pesan dengan perempuan lain. 

“Pokoknya, prinsip saya itu kalau dia nikah sama saya, ya sepenuhnya harus sama saya. Orang lain nggak boleh kebagian. Lah, ini dia bagi-bagi perhatian ke banyak orang,” ujarnya. 

Dari keposesifan Karin ini, rumah tangga keduanya sering diwarnai dengan pertengkaran. Karin yang posesif ditambah Donjuan yang genit namun risih dengan perlakuan sang istri. Akhirnya keduanya sepakat untuk mengakhiri hubungan pernikahannya. 

 “Ini masih setahun saja seperti ini. Saya nggak mau aja bertahun tahun pernikahan saya harus tersiksa batin melihat suami yang genit begitu, ya sudah pisah saja, toh anak juga belum punya,” pungkasnya. (*/hen)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia