Senin, 18 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Order Fiktif Taksi Online, Kejar Bonus Pakai 120 Ponsel

Rabu, 14 Mar 2018 08:30 | editor : Abdul Rozack

AKALI PROVIDER: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus order fiktif taksi online yang berhasil diamankan di Mapolda Jatim, Selasa (13/3)

AKALI PROVIDER: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus order fiktif taksi online yang berhasil diamankan di Mapolda Jatim, Selasa (13/3). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur (Jatim) membekuk lima pelaku komplotan order fiktif taksi online. Mereka melakukan aksinya untuk mengejar bonus dari pihak perusahaan. 

M Mahrus/Radar Surabaya

Dari informasi yang dihimpun, komplotan order fiktif ini nekat melakukan aksinya untuk memenuhi target dan mendapatkan intensif bonus dari perusahaan taxi online tempat mereka bekerja. Kasus ini terbongkar berawal dari laporan masyarakat. 

Kelima pelaku yang diamankan polisi adalah Daniel Christian Tong, 35, warga Jalan Kapasari Gang Gembong Kinco nomor 1, RT 3 RW 4, Kapasari, Genteng, Modi Gautama Halim, 29, warga perumahan Komplek San Diego Blok M2 nomor 16 Pakuwon City RT 8 RW 6, Kalisari, Mulyorejo, Kong Dhimas Setyo Kurniawan, 26, warga Jalan Sutorejo Tengah IV/7. 

Serta, Juan Suseno, 33, warga Jalan Jagalan 1/392 RT 8 RW 3, Semarang, dan Maria Hanavie, 35,  warga yang tinggal di Dukuh Gogol, Jalan Menganti 3 RT 5 RW 2, Jajar Tunggal, Wiyung Surabaya.

Saat mendapat laporan, pihak kepolisian berkoordinasi dengan perusahaan. Dari sana perusahaan mendukung polisi untuk  mengungkap kasus tersebut.Saat dilakukan pengintaian dan pengejaran terhadap para pelaku ternyata benar. Mereka telah melakukan manipulasi data order di Komplek Puri Asri Kelurahan Kalisari, Mulyorejo, Senin (5/3) sekitar pukul 17.00 WIB. 

Kemudian ketiga pelaku yang terdiri dari Daniel, Mody dan Suseno lantas ditangkap polisi. Dari penangkapan ketiganya kemudian dikembangkan lagi dan berhasil membekuk dua tersangka di tempat berbeda. 

"Mereka satu komplotan order fiktif, dengan berbagai peran," kata Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara Syarifuddin, Selasa (13/3). 

Arman menjelaskan, untuk keempat tersangka laki-laki merupakan juga sopir taxi online jenis Grab. Sementara salah seorang tersangka wanita berperan sebagai bendahara komplotan. 

Untuk modus yang digunakan, kata Arman, para tersangka membuat akun lebih dari satu. Lalu, mereka membeli Handphone (HP) dalam jumlah banyak yang digunakan seolah-olah sebagai HP penumpang yang akan digunakan untuk order taxi online. Total ada 120 handphone yang dipakai komplotan ini. Pada hal order tersebut berasal dari mereka sendiri.  

"Mereka menggunakan 16 HP perorang untuk order fiktif setiap harinya," terangnya. 

Lebih lanjut mantan Kapolres Probolinggo itu menerangkan, selain melakukan manipulasi order fiktif pelaku juga melakukan manipulasi terhadap akun itu sendiri. “Perusahaan Grab pun memberikan 10 kali berturut-turut bonus sebesar Rp 120 ribu apabila ia mengambil penumpang. Dan pelaku mengambil kuantitas 20 kali sehingga mendapat bonus Rp 240 ribu kadang sampai Rp 400 ribu perhari,” pungkasnya. (*)

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia