Senin, 18 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Merantau Tak Sekedar Mencari Penghasilan

Rabu, 14 Mar 2018 13:14 | editor : Aries Wahyudianto

Abdul Basith Wartawan Bawean

Foto : Abdul Basith Wartawan Bawean (Dok/Radar Gresik)

Merantau menjadi jiwa penduduk Bawean. Tradisi ini bertujuan untuk mencari peluang, mengembara dan menambah pengalaman hidup di tempat orang. Orang-orang Bawean terdahulu merantau sampai ke negara-negara eropa dengan  bekerja di atas kapal. Mereka memiliki berbagai keahlian dari pelaut hingga tukang masak menyediakan makanan untuk perkerja-pekerja kapal sepanjang pelayaran.

Menurut orang Bawean, orang laki-laki belum bisa dipandang dewasa selagi belum pernah melangkahkan kaki keluar dari Bawean untuk merantau, mencari penghasilan dan pengalaman hidup di luar Pulau Bawean. Tradisi merantau ini akhirnya menjadi profesi golongan laki-laki Bawean, untuk mendapatkan penghasilan yang baik buat keluarganya.

Kebanyakan dari mereka pulang kembali ke Pulau Bawean setelah bertahun-tahun merantau. Namun, tak kurang juga yang mengambil keputusan untuk terus menetap di negara yang mereka lawati. Ramai yang sudah menetap di Semenanjung Malaysia dan ada juga yang tinggal tetap di Eropa, Australia, Amerika, negara-negara Timur Jauh dan tempat-tempat lain.

Negara tetangga yang banyak dihuni perantauan Bawean adalah Malaysia dan Singapura. Komunitas keturunan Bawean di kedua negara buah dari tradisi merantau.        

Penduduk awal Bawean Singapura suka memilih kerja sebagai pelatih kuda di Singapore Turf Club. Mereka beralasan kerja ini mengharuskan perkerjanya untuk sering berpergian ke Kuala Lumpur, Pulau Pinang dan Ipoh. Dengan demikian mereka berkesempatan melawat saudara-mara di Malaysia, dan pada masa yang sama bekerja untuk menyara kehidupan keluarga. Jadi, sepanjang bekerja di luar negeri, mereka akan sering mendapat penginapan gratis, dan bila pulang ke Singapura, mereka kembali ke rumah.

Pada zaman penjajahan Inggris, ramai yang bekerja sebagai pemandu peribadi keluarga-keluarga Inggris atau syarikat-syarikat yang membutuhkan mereka memandu melewati Tambak Johor. Mereka bukan hanya mengejar penghasilan, tapi bisa bertemu dengan saudara-saudara mereka di seberang Tambak Johor.

Tradisi merantau orang Bawean masih hidup di kalangan keturunan-keturunan Bawean yang tinggal di luar negeri.. Lebih-lebih lagi di kalangan Bawean Singapura, semangat "merantau" tetap dipelihara, melalui pemilihan profesi ataupun sekadar menghabiskan waktu untuk berlibur di musim liburan kerja atau sekolah. (bst/rtn)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia