Kamis, 21 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

TOW Masih Sepi Penumpang, Bus Ngetem Diluar Terminal Bakal Ditindak

Rabu, 14 Mar 2018 17:01 | editor : Abdul Rozack

PERLU SOLUSI: Kondisi Terminal Tambak Osowilangun yang belum maksimal lantaran tidak semua penumpang dan bus masuk ke terminal.

PERLU SOLUSI: Kondisi Terminal Tambak Osowilangun yang belum maksimal lantaran tidak semua penumpang dan bus masuk ke terminal. (VEGA DWI ARISTA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Berbagai cara dilakukan oleh Pemkot Surabaya agar Terminal Tambak Osowilangun (TOW) ramai. Sepinya penumpang tersebut lantas membuat Dinas Perhubungan (dishub) Surabaya melakukan inovasi. Salah satunya membuat pos pantau dan memasang sejumlah CCTV agar tidak ada bus maupun angkot yang ngetem. 

Kepala Terminal TOW, Yudi Kurniawan mengakui, sebelumnya terminal yang berada di Kecamatan Benowo ini memang sepi. Banyak penumpang yang enggan masuk ke dalam terminal karena sejumlah aspek. Di antaranya, kenyamanan serta banyak bus dan angkot yang ngetem di luar terminal. 

“Dulu masuk terminal saja aras-arasen. Tidak hanya penumpangnya tetapi kendaraannya,” katanya. 

Yudi mengungkapkan, berbagai inovasi kemudian dilakukan dengan membuat pos pantau serta memasang 20 CCTV dari pintu keluar hingga pintu masuk. Upaya itu dilakukan agar bisa memantau bus yang ngetem serta kondisi di dalam terminal. 

“Jika ngetem dan terus bandel kita akan langsung tilang dengan meminta dan menahan buku uji kir,” terangnya. 

Mantan Kanit Pengendalian Operasional Dishub Surabaya ini menambahkan, dengan adanya inovasi tersebut berdampak pada jumlah penumpang di Terminal TOW. Jumlah penumpang yang biasanya hanya sekitar 1.600 orang saat ini jumlahnya meningkat hingga 3 ribu orang per hari. 

“Bahkan di hari besar atau libur bisa mencapai 5 ribu penumpang,” ujarnya. 

Para petugas, imbuhnya juga disiagakan di sejumlah titik. Penjagaan mulai pagi hingga malam hari tersebut agar bus maupun angkot bisa tertib. Kondisi itu akan membuat para penumpang nyaman masuk ke dalam terminal. 

Waktu jalan bus maupun angkot juga disesuaikan jadwal sehingga para penumpang bisa mengerti. Selain itu, lanjutnya, keamanan di dalam terminal TOW juga jadi prioritas. 

Petugas sudah memberikan pengarahan kepada pedagang di stan maupun asongan yang ingin berjualan di TOW. Petugas juga telah menertibkan preman dan calo yang membuat para penumpang tidak betah. 

“Pedagang dan awak bus serta angkot akhirnya paham bahwa TOW ini tempat mereka cari duit sehingga harus dijaga bersama-sama,” ppungkasnya. (vga/rud) 

(sb/vga/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia