Kamis, 21 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Rencana Pengembangan Hi-Tech Mall, Data Pedagang dan Struktur Bangunan

Rabu, 14 Mar 2018 18:00 | editor : Abdul Rozack

DITELITI DULU: Gedung Hi-Tech Mall di Jalan Kusuma Bangsa. DPRD Surabaya meminta pemkota memperhatikan struktur bangunan dan kegunaan nantinya sebagai

DITELITI DULU: Gedung Hi-Tech Mall di Jalan Kusuma Bangsa. DPRD Surabaya meminta pemkota memperhatikan struktur bangunan dan kegunaan nantinya sebagai pertimbangan faktor keamanan. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – DPRD Surabaya meminta Pemkot Surabaya untuk mendata jumlah pedagang serta kondisi bangunan di Hi-Tech Mall. Hal itu dilakukan agar semua pedagang lama yang berada di gedung tersebut terakomodir. Selain itu, kekuatan bangunan yang terletak di Jalan Kusuma Bangsa tersebut juga harus diperiksa lebih lanjut. 

Wakil Ketua DPRD Surabaya Masduki Toha mengatakan, gedung yang pengelolaannya akan diambil alih oleh pemkot tersebut juga harus diteliti struktur bangunannya. Apalagi gedung yang akan digunakan sebagai gedung kesenian dan pedagang IT akan lebih memakan beban yang berat. “Itu yang harus dipikirkan karena menyangkut keamanan pendatang di gedung tersebut,” ujarnya, Selasa (13/3). 

Politisi PKB ini menegaskan, bangunan yang sebelumnya dikelola oleh PT Sasana Boga per Mei 2019 akan diambil alih Pemkot Surabaya. Karena itu dalam renovasi serta pembagian sekat gedung juga harus jelas dan aman. “Jangan sampai ada yang mbleset tidak terdata karena bangunan untuk pedagang semakin kecil,” katanya. 

Ketua Komisi D Agustin Poliana menambahkan, khusus untuk gedung kesenian diharapkan Pemkot Surabaya melibatkan para seniman Surabaya terkait mekanisme bangunan yang dibutuhkan. Hal itu akan mengakomodir para seniman yang akan melaksanakan pertunjukan di Hi Tech Mall. “Para seniman kan yang tahu keinginan untuk pentas seperti apa jangan nanti malah tidak digunakan,” ujarnya. 

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini menyatakan, jika nantinya pengelolaan Hi Tech Mall juga teap digunakan untuk pedagang IT, hal tersebut juga sangat positif. Diharapkan dengan ikon sebagai gedung yang menyediakan fasilitas IT, masyarakat tetap bisa memanfaatkan Hi Tech Mall. “Harus jelas pembagian gedungnya. Tambah ramai akan semakin bagus,” ucapnya. 

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Agus Imam Son Haji mengatakan, Pemkot Surabaya memastikan jika bangunan yang menggunakan mekanisma peminjaman Build Operate Transfer (BOT) tetap akan memfasilitasi para pedagang IT. Pemkot tetap akan memberikan wadah yang tepat dalam renovasi yang dilakukan pada 2019. 

Meski dalam tahap awal rencana penggunaan Hi-Tech Mall untuk gedung kesenian, namun prioritas bagi para pedagang IT tetap diutamakan. Gedung tersebut akan digunakan untuk sejumlah kegiatan tanpa harus mengusir para pedagang IT. (vga/nur) 

(sb/vga/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia