Kamis, 21 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya

Inovasi dari ITS di Uji Coba, Kapal Tanpa Awak untuk Survei Bawah Laut

Rabu, 14 Mar 2018 17:15 | editor : Abdul Rozack

DILENGKAPI TEKNOLOGI CANGGIH: Penampakan A-USV Geomarine 1 saat diuji coba di danau kawasan ITS, Selasa (13/3).

DILENGKAPI TEKNOLOGI CANGGIH: Penampakan A-USV Geomarine 1 saat diuji coba di danau kawasan ITS, Selasa (13/3). (ISTIMEWA)

SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya telah melakukan terobosan baru dalam mengembangkan teknologi yang memudahkan proses survei hidro-oseanografi. Departemen Teknik Geomatika bekerja sama dengan Departemen Teknik Fisika mengembangkan kapal mungil tanpa awak yang bernama Geomarine 1. 

Kapal ini merupakan Autonomous Unmanned Surface Vehicle (A-USV), atau kapal tanpa awak yang dapat bergerak secara mandiri untuk survei hidro-oceanografi. Dengan di lengkapi sensor optik untuk mengetahui posisi dan keadaan di sekitar permukaan perairan. Untuk mengetahui kondisi di bawah permukaan perairan, A-USV Geomarine 1 dilengkapi dengan kamera bawah air dan sensor akustik echosounder.

Ketua tim penelitian Danar Guruh Pratomo ini mengatakan, A-USV bekerja menggunakan sensor optik dan akustik untuk mengetahui keadaan di bawah permukaan laut. A-USV dilengkapi dengan sistem navigasi Global Navigation Satellite System (GNSS) dan sensor optik untuk mengetahui posisi dan keadaan di sekitar permukaan perairan. 

“Tidak seperti wahana survei hidro-oceanografi konvesional lainnya, A-USV ini merupakan kapal survei yang menerapkan teknologi otomasi pertama di Indonesia,” ungkapnya, Selasa (13/3).

Dalam pengopreasiannya, operator harus memprogramkan jalur survei pada sistem komputasi kapal terlebih dahulu dan kapal akan berjalan sesuai dengan jalur yang telah diprogram. Istimewanya, A-USV dilengkapi dengan collision avoidance system, sehingga kapal ini dapat menghindar secara otomatis apabila di depannya terdapat hambatan. 

"Selain itu, kapal ini juga dilengkapi sensor yang memungkinkan kapal kembali secara otomatis ke titik semula apabila baterai kapal akan habis," terang Danar.

Selain itu, Danar juga berencana untuk memodifikasi bentuk dari kapal sehingga lebih tahan terhadap ombak dan lebih mudah untuk dibawa. Pasalnya, model A-USV yang sekarang hanya bisa digunakan di permukaan air dengan goncangan yang sedang, seperti pinggir laut ataupun danau. Desain model knockdown pun telah dipersiapkan dengan menggandeng peneliti dari Fakultas Teknologi Perkapalan ITS. 

"Kita ingin meningkatkan keseimbangan kapal ini, sehingga bisa dioperasikan di laut yang lebih luas," ujarnya.

Dengan adanya alat ini, survei hirdro-oseanografi pun menjadi lebih cepat dan mudah dilakukan. Hal ini tentu menjadi sangat membantu dalam upaya memantau kondisi bawah laut Indonesia. "Ke depannya, para peneliti bisa melakukan survei sambil bersantai menikmati suasana pantai dengan tenang," tutupnya. (gin/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia