Senin, 18 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Kebelet Miras, Tak Sabar Tunggu Gajian, Curi Material Proyek

Rabu, 14 Mar 2018 17:24 | editor : Abdul Rozack

PENCURI : Syaiful Arif.

Tak Sabar Tunggu Gajian, Curi Material Proyek (ISTIMEWA)

SURABAYA-Kebiasaan Syaiful Arif,36, berpesta miras membuat uang gajinya terkuras. Sehingga belum tengah bulan, kondisi warga Jalan Pakis  Sidokumpul 1 Nomor 11, Surabaya ini kelimpungan. Mau tak mau kuli bangunan ini harus mencari uang tambahan, meskipun akibatnya ia harus meringkuk di tahanan. Dia ditangkap setelah mencuri kabel dan sejumlah alat proyek di mall di Jalan Tunjungan. 

Penangkapan terhadap Syaiful dilakukan pada Rabu (7/3). Dia ditangkap di saat bekerja di sebuah proyek bangunan di Jalan Tunjungan. Polisi menangkap Syaiful sehari setelah ada seorang mandor melapor. Mandor yang menggarap bangunan mall di Jalan tunjungan tersebut mengaku barang-barang milik proyek hilang. 

“Setelah mendapat laporan tersebut, kami melakukan penyelidikan dengan melakukan olah TKP,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, Iptu Zainul Abidin, Selasa (13/3). 

Abidin menjelaskan setelah memeriksa sejumlah saksi dan rekaman CCTV, pihaknya akhirnya menemukan petunjuk. Sebab dalam rekaman CCTV tersebut tersangka terlihat jelas saat beraksi. Modusnya ia menerobos pintu penghalang proyek dan mengambil sejumlah barang, mulai dari flexible AC, kabel, hingga bor. Kebetulan saat itu, kondisi proyek sedang sepi karena malam hari. 

“Setelah mendapat ciri-ciri tersangka, kami mengumpulkan informasi. Tak sampai 24 jam, kami menemukan tersangka. Ternyata tersangka merupakan kuli bangunan yang bekerja di proyek lain yang lokasinya tak jauh dari TKP,” imbuhnya. 

Syaiful ditangkap di lokasi proyek. Awalnya ia sempat mengelak saat akan diamankan. Namun sebelum dibawa ke Polsek, tersangka lebih dahulu dikeler ke rumahnya. Ternyata dari rumahnya, polisi menemukan barang bukti hasil pencurian di proyek bangunan mall.“Barang hasil curian tersebut masih disimpan tersangka di rumah. Belum sempat dijual,”  terangnya. 

Saat diperiksa, Syaiful mengatakan nekat melakukan aksinya  butuh uang untuk makan. Sebab meski masih tanggal muda, uang gajinya sudah habis untuk pesta miras. Hendak pinjam ke proyek juga tak dikasih, sebab ia sudah banyak tunggakan yang belum ia bayar. “Rencananya, barang-barang yang saya ambil hendak saya jual,” terangnya.(yua/no)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia