Senin, 25 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya

Genok dan Juminten Dikawini Boi, Lahirkan 11 Bayi Komodo di KBS

Minggu, 18 Mar 2018 07:00 | editor : Abdul Rozack

ANGGOTA BARU: Sejumlah anakan komodo yang baru menetas berada di kotak perawatan di ruang nursery Kebun Binatang Surabaya (KBS), Sabtu (17/3). Koleksi

ANGGOTA BARU: Sejumlah anakan komodo yang baru menetas berada di kotak perawatan di ruang nursery Kebun Binatang Surabaya (KBS), Sabtu (17/3). Koleksi KBS bertambah 11 ekor dari 28 butir telur komodo yang telah menetas. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Kabar gembira dari PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang berhasil menetaskan 11 butir dari 28 butir telur Komodo, Sabtu (17/3). Periode penetasan telur yang berlangsung pada 27 Februari-13 Maret ini merupakan hasil perkawinan dari Komodo yang bernama Genok dan Juminten, sebutan dari induk betina, dengan pejantan yang bernama Boi. 

Tidak hanya dari indukan itu saja, tetapi juga ada telur Komodo hasil perkawinan dari indukan betina Agustin dan pejantan yang bernama Home.  

Chairul Anwar, Direktur Utama PD Taman Satwa KBS menjelaskan, komodo memasuki musim kawin atau yang biasa di sebut breeding season, pada bulan Mei–Juni 2017. Perilaku ini dengan ditandai komodo jantan yang mengejar-ngejar si betina. Selain mengejar betinanya, para pejantan juga memperebutkan si betina dengan cara adu kekuatan demi menarik perhatian si betina.

Setelah terjadinya perkawinan, lanjut dia, mualailah terlihat si Komodo betina menggali lobang untuk sarang dan bertelur. Setelah bertelur, telur Komodo tersebut dipindahkan kedalam ke ruang nusrsery untuk diinkubasi menggunakan incubator.

“Proses inkubasi ini berlangsung selama tujuh bulan, mulai dari Agustus 2017– Februrari 2018. Setelah proses penetasan berlansung Komodo yang masih bayi tersebut dirawat secara intensif selama lima bulan kedepan hingga siap untuk dipindahkan ke kandang peraga,” papar dia. 

Secara simbolis komodo yang lahir pertama pada bulan Februari 2018 diberi nama Unggul oleh Chairul Anwar.

“Dengan menetasnya Komodo di KBS ini saya berharap turut berpartisipasi dalam program peningkatan populasi satwa prioritas di tingkat Lembaga Konservasi,” kata Chairul.

Spesies dengan nama latin Varanus komodoensis ini merupakan salah satu hewan berdarah dingin yang membutuhkan suhu panas yang cukup untuk pencernaanya maupun perkembangan telur tersebut. Adelina Porawouw, dokter Hewan PD Taman Satwa KBS yang turut menangani proses penetasan ini mengatakan, dengan kondisi cuaca yang seperti ini,  KBS membuatkan sendiri kandang khusus komodo 

“Kami merawat anak-anak komodo ini dengan memberikan makanan berupa daging sapi yang dicacah dan dicampur dengan telur. Itu dilakukan karena untuk kami observasi bagaimana perkembangan pencernaanya selama lima bulan kedepan ini. Dan juga perkembangan tiap individu dari Komodo yang masih bayi ini,” jelas Adelina.

Wini Hustani, Humas Kebun Binatang Surabaya menambahkan, setelah menetasnya 11 telur ini koleksi spesies komodo di KBS telah bertambah menjadi 76 ekor dari sebelumnya 65 ekor Komodo. 

“Kami berharap dengan menetasnya 11 ekor Komodo ini dapat menambah daya tari wisatawan dan menjadikan KBS semakin unggul dengan koleksi satwanya,” kata Wini. (gin/hen)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia