Minggu, 27 May 2018
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Nikah Tanpa Sensasi, Donwori Terasa Hambar

Sabtu, 21 Apr 2018 20:01 | editor : Abdul Rozack

Donwori Terasa Hambar

Donwori Terasa Hambar (Grafis: Fajar)

Hubungan suami istri akan berjalan langgeng jika didasari pada cinta. Faktanya, banyak sekali orang yang menikah bukan karena cinta. Seperti Karin,27, dan Donwori, 39, ini. Pasutri beda generasi ini menikah lantaran asal dapat, yang akhirnya berujung pada perpisahan. 

Ismaul Choiriyah - Wartawan Radar Surabaya 

Karin nampak sendiri di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas I, Surabaya. Perempuan kelahiran Tambaksari ini memutuskan mengakhiri pernikahan dengan Donwori lantaran selama menikah, tak ada benih-benih cinta yang muncul di antara keduanya. “ Gak tau ya, hubunganku sama Mas Don, kok hambar,” ujarnya dengan tatapan kosong. 

Karin menjelaskan, ia menikahi Donwori lantaran dikenalkan oleh kerabat. Perempuan berhijab ini mengatakan jika ia  sama sekali tidak memiki rasa dengan Donwori. Begitupula sebaliknya. Yang ia tangkap, rasa cinta Donwori kepadanya, juga seadanya saja. 

“Lha piye yo, nikah kok podo-podo gak onok gregete blas,” imbuhnya seraya tertawa. 

Karin menambahkan, saat itu ia memutuskan untuk menikah dengan pikiran aji mumpung. Siapa tahu seiring berjalannya rumah tangga, akan tumbuh benih-benih cinta. Nyatanya, setelah tiga tahun menjalani pernikahan, bahkan setelah dikarunia seorang anak, cintanya juga tak kunjung tumbuh kepada Donwori. 

 Bagi Karin, sang suami adalah orang biasa. Hanya lulusan SMP yang sehari-harinya bekerja di warung. Dari awal pun, Karin tak merasa ada yang spesial dalam diri Donwori. Namun, ajakan menikah itu ia iyakan juga lantaran orang tua sudah mendesaknya untuk segera menikah. 

“ Yang aku gak terima, dia pemikirane juga gak nyambung. Tak jak ngobrol, juga sering gak mudeng,” imbuh perempuan yang sehari-harinya bekerja sebagai guru les ini. 

Hal yang sama pun dirasakan Donwori. Bagi Karin, cinta Donwori kepadanya, juga tak terlalu dalam. Karin mengaku, Donwori sama sekali tak pernah mengekspresikan rasa cintanya. Selama ini, ia hanya menjalankan kewajibannya sebagai suami. Namun untuk urusan cinta, Karin mengaku hal itu sangat mahal bagi keduanya. 

“ Yah intine seperti hubungan yang dipaksakan lah. Sama-sama dari pada gak ada yang lain, mending nikah saja,” imbuhnya. 

Dipaksakan bersama, lama-kelamaan Karin merasa semakin sumpek menjalani kehidupan bersama Donwori. Dari hari ke hari hubungannya kian datar saja. Karin juga kerap mengeluh dan membandingkan suaminya dengan suami para sahabatnya. Hingga akhirnya, muncul kesepakatan bersama untuk mengakhiri hubungan keduanya. “   Aku ngerasa dan dia (Donwori, Red) juga ngerasa, ya sudah. Pisah baik-baik saja,” pungkas Karin tanpa ada rasa penyesalan sama sekali. (*/opi)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia