Minggu, 27 May 2018
radarsurabaya
icon-featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Bakar Diri

Keluarga Tak Ada yang Ambil Jenazah Eni di RS

Senin, 23 Apr 2018 10:07 | editor : Abdul Rozack

KEDUANYA MENINGGAL: Eni Sri Lestari dan Robi saat masih dirawat di RSUD dr Soetomo.

KEDUANYA MENINGGAL: Eni Sri Lestari saat masih dirawat di RSUD dr Soetomo. (istimewa)

SURABAYA-Pasca kematian Eni Sri Lestari, 40, warga yang tinggal di Jalan Babatan Gang 1 A, polisi masih melakukan pendalaman. Sebab, kendati sudah meninggal tapi polisi akan melakukan sesuatu prosedur. "Penyelidikan bukan dihentikan. Ini masih didalami," ujar Kanit Reskrim Polsek Wiyung Ipda Sumarno, Minggu (22/4). 

Hal itu dilakukan untuk memperjelas kasus yang sempat menggegerkan warga Wiyung tersebut. Namun, kendati demikian, polisi mengaku kesulitan. Sebab dua orang pelaku yang menjadi saksi kunci telah tiada. "Ini jenazah Eni masih di kamar mayat Rumah Sakit Umum Dr Soetomo menunggu keluarganya," jelasnya. 

Padahal, lanjut Sumarno, ketika Eni menghembuskan napas terakhir pihak kepolisian sudah menghubungi keluarga di Madiun. Namun hingga hari ini belum ada konfirmasi dari pihak keluarga untuk mengambil jenazah. 

Dikatakan Sumarno, untuk kedua orang tua Eni saat ini memang sudah tiada. Eni di Surabaya tinggal sendiri di kamar kos. Korban Eni berhubungan dengan Robi hampir satu tahun belakangan ini. "Ada sepupunya sudah dihubungi. Tapi belum ada ke sini," jelasnya. 

Diberitakan sebelumnya, pasangan kekasih Eni dan Robi nekat melakukan aksi bakar diri di kamar kos Eni Jalan Babatan Gang 1 A, Wiyung Surabaya Kamis malam (4/4). Akibatnya Eni mengalami luka sekitar 60 persen. Sementara Robi mengalami luka sekitar 80 persen. Setelah dirawat sembilan hari Robi akhirnya meninggal. Seminggu kemudian giliran Eni yang mengembuskan napas terakhir di rumah sakit.(rus/no)

(sb/rus/jek/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia