Rabu, 20 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Puluhan Warga Bulurejo Tertipu Jual Beli Tanah Kavling

Kamis, 03 May 2018 08:55 | editor : Aries Wahyudianto

DITIPU : Pengacara warga Nyanyat Adityo Darmadi saat menunjukkan berkas laporan polisi kepada wartawan, kemarin.

DITIPU : Pengacara warga Nyanyat Adityo Darmadi saat menunjukkan berkas laporan polisi kepada wartawan, kemarin. (Firman/Radar Gresik)

BENJENG – Puluhan warga Dusun Nyanyat, Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng menjadi korban penipuan jual beli tanah kavling. Kemarin, mereka mendatangi Polres Gresik untuk melaporkan PT KH Global Grup pemilik tanah kavling tersebut.

Adityo Darmadi, kuasa hukum para korban membawa setumpuk berkas foto copy transaksi pembayaran tanah kavling yang dilakukan oleh warga dengan Direktur PT KH Global Grup, Muis Al Fadhi.

Di dalam berkas laporan tertulis, pembelian tanah kavling seluas 6x14 dilakukan oleh puluhan warga Desa Nyanyat, Benjeng pada tahun 2016 silam. Per kavling dihargai Rp 35 juta dengan lokasi tanah berada di Desa Kalianyar Benjeng dan Kecamatan Balongpanggang.

“Karena harganya murah, akhirnya warga berbondong-bondong membeli kavling yang dijual oleh developer,” ujar Adityo, kemarin.

Dikatakan, usai melakukan transaksi kavling, korban yang mayoritas berprofesi sebagai penjual kerupuk dan petani dijanjikan oleh developer mendapatkan buku petok D sebagai bukti kepemilikan tanah seminggu setelah pembayaran lunas.

Menurut dia, hingga 3 bulan buku petok yang dijanjikan tidak kunjung diberikan kepada warga. Mirisnya, setelah di cek  ternyata tanah yang dijual milik orang lain. “Warga marah dan mendatangi kantor developer, namun pemiliknya sudah melarikan diri. Akhirnya kasus ini terpaksa kami bawa ke meja hijau,” jelas Adityo.

Dia menduga, korban kavling fiktif PT KH Global Grup tidak hanya di Desa Nyanyat saja. Namun sementara ini yang terungkap baru desa ini.

“Kami berpesan agar tidak membeli tanah ataupun properti apapun di PT KH global Grup karena penipuan yang dilakukan sudah banyak,” jelasnya.

Sementara itu, Indah Liana, salah satu korban mengaku dirinya sudah membayar uang kepada developer sebesar Rp 100 juta untuk pembelian 3 unit kavling. Namun, tanah yang dijanjikan hingga kini tidak ada.

“Saya dan warga yang lain minta uang dikembalikan, tapi malah dikasih cek kosong. Ada juga yang diganti dengan kavling baru, namun lagi-lagi kami ditipu. Kavling pengganti ternyata milik orang lain,” jelasnya.

Sementara itu, Kanit Tipiter Polres Gresik, Iptu Agung Joko Hariyono membenarkan adanya laporan masuk ke Polres Gresik terkait dugaan penjualan tanah kavling fiktif. Saat ini pihaknya tengah meminta keterangan para korban.

“Betul, saat ini sedang kami tangani. Untuk lebih jelasnya nanti akan kami informasikan,” tandasnya. (fir/rof)

(sb/fir/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia