Sabtu, 26 May 2018
radarsurabaya
icon-featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Diganti PLT Kepala Sekolah SMPN 15

Keny Erviati, Kepala Sekolah SMPN 54 Dicopot

Kamis, 10 May 2018 06:05 | editor : Abdul Rozack

Diisi Plt Kepala SMPN 15

Keny Erviati, Kepala SMPN 54 (Dokumen Radar Surabaya)

Jabatan Keny Dicopot, Diisi Plt Kepala SMPN 15 Kepala SMPN 54 Surabaya Keny Erviati telah diberhentikan dari jabatannya. Keny yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan tersebut jabatannya untuk sementara waktu diisi oleh Kepala SMPN 15 Surabaya.

Dari informasi yang dihimpun Radar Surabaya, Keny sudah diberhentikan untuk sementara waktu setelah dinyatakan terlibat dalam kasus dugaan pembobolan server Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP. Sejak itulah Dinas Pendidikan (Dispendik) menunjuk pelaksana tugas (plt) Kepala SMPN 15 Surabaya. 

"Iya sudah ada plt langsung," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser.

Dia mengungkapkan, penunjukan plt tersebut untuk mengisi kekosongan jabatan kepala di SMPN 54. "Jangan sampai lowong karena itu langsung ada plt," ucapnya singkat.

Pergantian kepala SMPN 54 Surabaya juga diamini oleh anggota Komisi D DPRD Surabaya Reni Astuti. Dia mengungkapkan, setelah ada pertemuan hearing dengan Komisi D dan Dispendik, plt Kepala SMPN 54 langsung ditentukan. 

"Iya benar ada plt dari SMPN 15," tegas Reni.

Politisi PKS ini menegaskan, saat ini penyidikan terhadap Keny menjadi kewenangan pihak kepolisian. Namun demikian, Dispendik juga harus bisa ikut mengevaluasi hasil penyidikan untuk meminimalisir kejadian serupa saat UNBK tahun depan. 

"Motifnya kepala sekolah melakukan tindakan itu harus jadi bahan evaluasi," terangnya.

Dispendik, imbuhnya, harus tegas dengan adanya temuan kasus dugaan pembobolan server UNBK. Karena itu nantinya bisa jadi pelajaran bagi sekolah lain agar tidak melakukan hal yang sama.

Dia menambahkan, Inspektorat juga harus bisa memeriksa oknum PNS yang terlibat dalam kasus tersebut.  

Sementara itu, Kepala Inspektorat Surabaya Sigit Sugiharsono mengatakan, tindakan tegas akan dilakukan oleh OPD nya. Termasuk keterlibatan PNS dalam dugaan pembobolan server UNBK. Namun, Sigit mengaku masih menunggu proses hukum yang saat ini ditangani oleh Polrestabes Surabaya. "Kami bertindak menunggu proses hukumnya selesai," katanya. (yua/vga/rud)

(sb/yua/vga/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia