Minggu, 27 May 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Ratusan Desa Tak Punya Jamban

Selasa, 15 May 2018 15:18 | editor : Aries Wahyudianto

UPAYA: Proses pembuatan jamban sehat di Desa Setrohadi, Duduksampeyan agar bisa menjadi 100 persen ODF.

UPAYA: Proses pembuatan jamban sehat di Desa Setrohadi, Duduksampeyan agar bisa menjadi 100 persen ODF. (ESTI SEPTIANI/RADAR GRESIK)

DUDUKSAMPEYAN –Program Dinas Kesehatan Gresik dalam membebaskan kebiasaan Buang Air Besar (BAB) sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) ternyata belum efektif. Buktinya, masih ada 114 desa yang belum ODF dengan warga yang masih suka BAB sembarangan. Padahal, tahun 2016 lalu, hanya 140 desa yang belum ODF. Dengan demikian, jumlah total yang belum ODF mencapai 242 desa.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dr. Ummy Khoiroh mengatakan meski ratusan desa belum bisa ODF, namun sudah 98,3 persen keluarga di Gresik memiliki jamban sehat, bukan berarti di 114 desa tak memiliki jamban sama sekali, namun persebarannya yang belum merata di desa tersebut. Saat ini, Gresik memiliki 3 Kecamatan yang ODF, yakni Benjeng, Balongpanggang dan Wringinanom. “Kalau di Kecamatan Duduksampeyan ini sudah 16 desa, masih sisa 7 desa yang belum 100 persen,” sebut dia.

Terbaru, 100 KK di wilayah Duduksampeyan membangun jamban sehat bagi warga yang memang tidak mampu membuat jamban sehat. Mereka membangun dan diresmikan langsung, kemarin di Kantor Kecamatan Dduduksampeyan melalui CSR perusahaan.

“Dalam ratusan desa ini, tersebar masyarakat yang belum memiliki jamban sehat. Inilah yang membuat ratusan desa belum bisa ODF,” tutur

Ditargerkan, tahun 2018 sudah seluruhnya 100 persen ODF. Untuk itu, diperlukan langkah nyata mempercepat pencapaian ODF.  Antara lain, kerjasama dengan perusahaan seperti PT Pelindo yang memenuhi kebutuhan jamban bagi masyarakat ekonomi bawah.

Menurut dia, kriteria jamban sehat sendiri tak terlalu rumit. Antara lain punya  kloset dan penampung kotoran yang memenuhi standar atau septic tank, yang letaknya strategis dan tidak mencemari lingkungan. “Permasalahan dari persen masyarakat yang belum memiliki jamban sehat ini karena belum memiliki kesadaran pentingnya kesehatan,” terang dia.

Kepala Puskesmas Duduksampeyan dr Titik Ernawati menjelaskan masih ada 161 KK pada tujuh  desa yang belum ODF. Biasanya mereka memilih BAB ke langsung ke tambak, sungai hingga parit. Tercatat ada 50.753 ribu penduduk dalam 12.961KK di Duduksampeyan ini. “Menjadi wilayah ODF bisa menghindarkan penyakit karena sembaranagn BB, seperti gatal, gangguan pencernaan dan sebagainya,”  jelasnya.

Warga Desa Ambeng – Ambeng, Duduksampeyan, , Sri Naumi, 48 mengatakan  baru memiliki jamban sehat karena tidak punya uang untuk membuatnya. Biasanya, ia BAB di Tambak hingga di pepohan di sekitarnya. “Alhamdulillah sudah bisa dapat jamban sehat,” pungkasnya. (est/han)

(sb/est/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia