Sabtu, 23 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Kembangkan Imajinasi Melalui Sentral Seni

Selasa, 15 May 2018 15:43 | editor : Aries Wahyudianto

TRADISIONAL : Para siswa TK PIKPG Pongangan Indah saat bermain gamelan di sentral seni.

TRADISIONAL : Para siswa TK PIKPG Pongangan Indah saat bermain gamelan di sentral seni. (ESTI SEPTIANI/RADAR GRESIK)

MANYAR –Proses pembelajaran untuk mengembangkan imajinasi bisa melalui sentral seni. Denganm konsep konsentrasi pada kesenian diharapkan bisa meningkatkan imajinasi anak sehingga proses pembelajaran lebih mudah diterima. 

Kepala TK PIKPG Pongangan Makrifa mengatakan melalui kesenian, bisa membuat anak lebih konsentrasi dan berimajinasi. “Ketika suasna hati menyennagkan  maka pembelajran dan menerima saran lanjutan lebih mudah diterima anak-anak,” terang.

Dikatakannya, dalam sentral seni, anak dikenalkan dengan berbagai budaya, khususnya musik tradisional. Proses pembelajarannya lebih kepada suasana rileks dan senang. Sehingga, mereka mudah mendapatkan pelajaran edukasi membaca, menulis dan berhitung (calistung). “Konsep ini bagus untuk persiapan anak TK yang menuju jenjang sekolah dasar agar terbiasa berimajinasi dan mudah menerima pesan,”  jelasnya.

Saat ini, tidak banyak anak-anak yang mengenal musik tradisional. Terlebih, mereka sudah terkena media gadget.  Untuk itu, ia mengajarkan sistem belajar bermain gamelan. Hal ini dilakukan untuk memberikan pembelajaran budaya dan praktik secara langsung.

Seperti yang terlihat di TK PIKPG Pongangan Indah, anak-anak diajak bermain sambil mengenal gamelan. Alat musik tradisional Jawa itu rutin dimainkan seminggu sekali. Ini termasuk dalam sentral Seni. “Melatih kreativitas anak,” kata Dewi Fatimah, Guru Penanggung Jawab Sentral Seni.

Selain mengenalkan alat musik tradisional, bermain gamelan bisa melatih motorik kasar anak. Pukulan pada gamelan harus tepat dan berbunyi. Gerakan tangan dan olah tubuh anak terlatih. Dikatakannya, tidak hanya melatih motorik anak. Kerja tim antar individu juga diasah. Agar menghasilkan bunyi yang harmonis.  "Pemukul gamelan harus kompak," ungkapnya.

Bermain gamelan dan bermusik juga bisa menanamkan rasa cinta terhadap musik daerah. Anak-anak bisa belajar mengapresiasi seni musik. Jadi ikut melestarikan muisk dareah di tengah arus musik modern. Meski begitu, anak-anak tetap dikenalkan dengan musik modern. “Seperti permainan gitar, tamborin, drum dan alat musik lainnya. Musik tradisi dilestarikan, musik modern juga dipelajari, jadi lebih banyak manfaat untuk persiapan pembelajaran dan dampak pada perkembangan imajinasi anak,” imbuhnya. (est/han)

(sb/est/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia