Minggu, 27 May 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Kakak-Adik Diamankan, Satu Dipulangkan

Pengakuan Saat Diciduk Densus 88, Diberi Makan Enak dan Kopi

Selasa, 15 May 2018 23:36 | editor : Abdul Rozack

Dipulangkan : Deni (satu dari kiri) sudah di rumah Jalan Lebak Rejo Utara VII setelah diciduk bersama kakaknya Boy oleh Densus 88.

DIPULANGKAN: Deni (satu dari kiri) sudah di rumah Jalan Lebak Rejo Utara VII setelah diciduk bersama kakaknya Boy oleh Densus 88. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SURABAYA)

 “AMPUN pak ampun saya tidak bersalah,”’ teriak Deniar Faurizal, 28, saat ditodong Densus 88 di rumahnya Jalan Lebak Rejo Utara VII No. 47, Tambaksari, Surabaya, Senin (14/5). Siang itu, Deni dan kakaknya Boy Arfiansyah, 29, tak menduga bakal diciduk anggota Densus 88 bersenjata lengkap lantaran diduga terlibat aksi teror. 

Deni bisa bernafas lega setelah dipulangkan dari Mako Polda Jatim pada Selasa (15/5) pukul 10.00. Namun kakaknya masih tertahan menjalani pemeriksaan. Penangkapan yang dialami Deni bermula saat ia dan kakaknya sedang ngumpul di ruang tamu rumah milik ayahnya tersebut. Sekitar pukul 13.00 tiba–tiba gang sempit di kelurahan Gading, Tambaksari, itu didatangi anggota Densus 88 yang membawa senjata laras panjang itu langsung menodongkan senjatanya ke hadapan dia dan kakaknya. ”Jangan bergerak kamu tiarap,” ucap Deni menirukan gertakan anggota satuan khusus tersebut, Selasa (15/5).

Dengan wajah pucat akibat ketakutan, Deni dan Boy mengikuti apa instruksi dari anggota Densus 88 tersebut. Kemudian mereka diborgol dan dibawa masuk ke dalam mobil. ”Saya dimasukan mobil, berbeda dengan kakak saya dengan posisi mata disekap,” terang Deny yang masih shock.

Deni tak menduga jika ia akan berada di Mapolda Jatim, namun ia tetap tidak mengetahui keberadaan kakaknya meski sudah turun dari mobil dan penyikap matanya dibuka. Namun kekhawatiran Deni berlahan memudar saat ia telah diputuskan untuk dipulangkan ke rumahnya. ”Sesuai surat yang saya baca, saya dinyatakan tidak terlibat dalam aksi teror dan bukan termasuk orang yang dicari,” cerita Deni.

Ia juga menceritakan ketika di Mapolda Jatim, ia tidak mendapatkan perlakuan tidak baik seperti yang dibayangkan. ”Cuman ditanyai, malah saya dikasih makan enak dan dibelikan kopi,” imbuhnya. Dalam kesempatan itu, sembari didampingi ayahnya M. Arwani.

(sb/son/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia