Minggu, 27 May 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Kreativitas dan Inovasi Bikin Jamu Iboe Makin Eksis

Rabu, 16 May 2018 14:16 | editor : Wijayanto

INOVATIF: Stephen Walla menunjukan beragam produk terbaru PT Jamu Iboe Jaya yang semakin inovatif.

INOVATIF: Stephen Walla menunjukan beragam produk terbaru PT Jamu Iboe Jaya yang semakin inovatif. (Suryanto/Radar Surabaya)

PT JAMU IBOE JAYA merupakan salah satu produsen jamu yang masih eksis hingga sekarang di Surabaya, di tengah gempuran beragam produk kesehatan modern. Bahkan berkat kreativitas dan inovasi yang terus dilakukan PT Jamu Iboe Jaya mampu meraih penghargaan dalam ajang Indonesia Marketeers Festival 2018 yang diselenggarakan oleh Mark Plus Inc. di Shangrila Hotel tanggal 24 April 2018. Berikut petikan wawancara dengan Stephen Walla, Direktur Utama PT Jamu Iboe Jaya.

Bagaimana menurut Anda acara penghargaan Indonesia Marketeers Festival 2018 dan apa manfaatnya bagi perusahaan Anda? 
 
Kami sangat menghargai penghargaan yang luar biasa ini yang merupakan hasil dari kerjasama dan kerja keras semua jajaran team kami. Dengan award ini, kami berharap bisa terus memotivasi semua jajaran PT Jamu Iboe Jaya untuk terus berkembang lebih baik lagi dalam segala aspek, sehingga kami bisa memproduksi dan memasarkan salah satu produk budaya, warisan dan tradisi Indonesia, jamu, yang berkualitas yang bisa mensupport pola hidup sehari-hari masyarakat Indonesia dan global untuk hidup sehat dengan Jamu Indonesia.

Bagaimana analisa Anda terhadap kondisi bisnis yang dihadapi oleh perusahaan Anda di kota ini (Surabaya) di tahun 2018?

Secara umum kondisi bisnis di era disruption ini agak lesu, khususnya untuk produk-produk yang sangat bergantung pada retail konvensional dikarenakan berubahnya perilaku spending dari konsumen, baik dari sisi perilaku pembelian maupun prioritas terhadap suatu produk. Selain itu, tahun ini adalah tahun politik sehingga sedikit banyak pasti akan berpengaruh pada kondisi bisnis meskipun kami yakin masih kondusif. Khususnya di bisnis jamu yang mengalami berbagai kendala dari sisi persepsi, regenerasi, sosialisasi, dan regulasi. Apapun kondisinya, kita harus tetap optimis dan antusias untuk mengembangkan bisnis kita.

Dari empat elemen dalam Entrepreneurial Marketing Model yakni Professionalism, Productivity, Entrepreneurial, dan Creativity, hal apa yang menurut Anda paling penting untuk menjadi fokus organisasi agar dapat memenangkan persaingan di tahun 2018?

Dalam menghadapi kondisi persaingan bisnis saat ini, Creativity sangat diperlukan karena kita dituntut untuk bisa beradaptasi dengan perubahan baik dari sisi product, place, promotion dan people. Kemauan dan kemampuan yang berubah sangat membutuhkan kreativitas dan inovasi selain keberanian dan kecepatan. Berubah agar produk kita masih relevan dan bisa eksis di era disruption ini.

Bagaimana Anda mengimplementasikan konsep tersebut di organisasi yang Anda pimpin?

Yang kami lakukan adalah membangun iklim yang menunjang proses berpikir kreatif, seperti:
- Menciptakan lingkungan kerja kondusif yang menyenangkan dan memberi ruang bagi individu untuk mencoba hal-hal baru.
- Memberikan kesempatan dan menghargai eksistensi individu dan penerimaan terhadap rasa humor, di samping tetap memegang teguh rasa hormat, kepercayaan dan komitmen bersama.
- Memberikan penghargaan bagi setiap individu yang berkontribusi dalam perusahaan, bukan semata karena senioritas atau usia. (fix)

AWARD: Stephen Walla (kiri) menerima penghargaan Indonesia Marketeer Festival 2018 yang diselenggarakan Mark Plus Inc. dan diserahkan langsung Chairman Mark Plus Inc. Hermawan Kartajaya.

AWARD: Stephen Walla (kiri) menerima penghargaan Indonesia Marketeer Festival 2018 yang diselenggarakan Mark Plus Inc. dan diserahkan langsung Chairman Mark Plus Inc. Hermawan Kartajaya. (Suryanto/Radar Surabaya)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia