Minggu, 27 May 2018
radarsurabaya
icon-featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Miris, 15 Jasad Terduga Teroris Ini Tak Ada yang Mau Ambil

Kamis, 17 May 2018 05:30 | editor : Abdul Rozack

POLICE LINE: Salah satu warga memotret rumah terduga teroris Fauzan yang masih dipasangi garis polisi.

POLICE LINE: Salah satu warga memotret rumah terduga teroris Fauzan yang masih dipasangi garis polisi. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Sebanyak 13 jenazah pelaku pengeboman di Surabaya dan Sidoarjo masih berada RS Bhayangkara Polda Jatim. Pihak keluarga sampai sejauh ini tak ada yang mau mengambil jenazah para terduga teroris.

Hingga hari Rabu, (16/5) pukul 18.00 WIB, tak ada kabar dari pihak keluarga terduga teroris maupun seorang yang mau mengakui dan datang guna proses identifikasi jenazah dan pencocokan data primer dan skunder, di kamar jenazah Rs Bhayangkara.

"Sudah tiga hari ini, mohon supaya keluarga Dita, Anton dan Tri bisa hadir ke RS Bhayangkara, tapi tak kunjung ada kabar," ujar Kabid Humas Polda Jatim, Frans Barung Mangera.

Menurut Barung, pihak kedokteran forensik dan DVI RS Bhayangkara Polda Jatim butuh data guna mencocokan DNA dan beberapa data lainnya. "Ini terakhir, permohonan, nanti kami akan mengumumkan ke akun-akun resmi Polres jajaran," terang Barung.

Jika tidak, lanjut Barung, pihaknya akan memutuskan langkah. Akan melakukan pemakaman dan nanti akan dibicarakan dengan Pemprov Jatim dan beberapa tokoh agama. Tujuh hari ke depan rencananya Barung, akan segera melakukan koordinasi.

Grafis

Grafis (Grafis: Fajar)

Mantan Kabid Polda Sumsel ini mengungkapkan, sebenarnya keluarga Tri Murtiono sudah datang ke RS Bhayangkara. Namun sayangnya, mereka datang hanya untuk menjenguk APP, anak dari Tri yang selamat dari ledakan bom dan dirawat secara intensif hingga kini di Rs Bhayangkara.

"Nenek dan paman APP datang ke RS Bhayangkara, tapi mereka tak mau mengakui pelaku Tri Murtiono yang meledakan bom bunuh diri di Polrestabes," ungkap Barung.  

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia