Selasa, 19 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Komunitas

Rajin Pelatihan, Puasa Tambah Instalasi Baru

Kamis, 17 May 2018 09:44 | editor : Aries Wahyudianto

Syaiful (kanan) saat melakukan beberapa paraktik di kebun salah satu anggotanaya.

Syaiful (kanan) saat melakukan beberapa paraktik di kebun salah satu anggotanaya. (Esti/Radar Gresik)

Sebagai kumpulan para pecinta hidroponik atau budidaya menanam tanpa tanah, komunitas Hidroponik Gresik (KHG) terus menunjukkan eksistensinya. Komunitas dengan anggota berbagai latar belakang ini ternyata banyak yang meminati.  Salah satu kerja nyatanya  sangat membantu untuk melakukan penghijauan. Bahkan menjelang Ramadan inipun, mereka tetap melakukan pelatihan. “Kebanyakan dari anggota memang suka menanam dan memiliki misi urban farming,” terang Ketua Komunitas Hidroponik Gresik Syaiful Arif.

Ia mengatakan, komunitas ini memiliki kebiasaan melakukan sharing berkala dan pelatihan dengan bertatap langsung setiap satu bulan sekali. Kegiatan tersebut, dilakukan di berbagai tempat, mulai dari rumah member, kebun hidroponik setiap member, hingga tempat umum yang bebas yang bisa dibuat praktik bersama.  “Kita harus sabar dan rutin menularkan kemampuan berkebun dengan teknik hidroponik. Mengingat lahan yang sulit ditemukan untuk bercocok tanam di perkotaan,” papar dia.

Pada ramadan seperti ini, member yang justru banyak menembah instalasi hidroponik dan memperbanyak varian tanamannya. Kalau biasanya kangkung dan selada, banyak yang memilih menambah tanaman seperti bayam, buncis hingga sawi. “Jadi banyak yang ingin menghasilkn atanaman segar tanpa pestisida kan, dari kebun hidroponiknya itu,” tutur Syaiful.

Menurutnya setiap orang memiliki kemampuan mengerti dan tingkat kemauan yang berbeda. Meski terkadang mereka banyak putus asa dan malas mengulang. “Tak hanya instalasi dari paralon atau pipa, bisa juga dari botol bekas, ,” lanjut pria asal Veteran tersebut.

Sementara itu, Teguh Arif Bijaksana salah satu anggota yang memiliki kebun hidroponik di Sekarkedaton ini juga kerap mengajak anggota untuk belajar di kebunnya. Sehingga, pertemuan dan pelatihan bisa dilakukan di tempatnya. Selain menjadi upaya urban farming, kebun hidroponik ini menjadi jujukan belajar sekaligus wisata petik sayur hidroponik. “Teman-teman sesame anggota bisa belajar bersama dan mencoba di rumah mereka, bisa diletakkan di pekarangan, belakang rumah, tengah rumah bahkan atap rumah sekalipun,” papar dia.  

Ia menanam beberapa tanaman untuk dikonsumsi yang berbagai jenis. Diantaranya, selada hijau, mawar jawa, selada merah (red coral), selada roman,  kangkung dan sawi. “Senang ketika bisa memanen hasilnya dan memetik langsung. Manfaatnya bisa menyalurkan hobi dan memberikan sayur yang sehat bagi keluarga yah,” tutup dia. (est/rtn)

(sb/est/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia