Sabtu, 26 May 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Inovasi siswa SMKN 1 Driyorejo

Gerakkan Kursi Roda Cukup dengan HP sebagai Remotnya

Kamis, 17 May 2018 09:50 | editor : Aries Wahyudianto

Onky (kanan) dan Fauzan saat menunjuukkan aplikasi yang bisa menggerakkan kursi melalui handphone.

Onky (kanan) dan Fauzan saat menunjuukkan aplikasi yang bisa menggerakkan kursi melalui handphone. (Esti/Radar Gresik)

Kursi roda pada umumnya masih tak membuat ringan penggunanya. Namun ditangan dua siswa dari SMKN 1 Driyorejo kursi roda diberi sentuhan tehnologi. Jadinya, menjadi kursi roda  elektrik atau yang mereka sebut Elektric Wheels Chair.

Bahkan cara kerja kursi roda bisa menggunakan kontrol hape. Ini sangat membanti para lansia dan penyandang disabilitas.  Dua siswa yang menginisiasi kursi roda elektrik ini adalah M. Fauzan dan Onky Dwi. Siswa dari jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik dan Teknik Elektronik Industri. Mereka mampu mencipatkan kursi roda ini yang bisa berjalan dengan control dari handphone. Aplikasi yang digunakan adalah tanda panah dengan berbagai arah yang disalurkan melalui Bluetooth. “Jadi bisa digerakkan oleh pengguna kursi roda atau orang lain yang memegang aplikasinya, tapi harus disambungkan dulu melalui Bluetooth tersebut,” terang Fauzan.

Fauzan yang membuat program dan membenahinya. Setelah sebelumnya menjadi juara 3 dalam kometisi nasional di Surabaya Februari lalu. Ia menjelaskan, kursi roda ini sudah beberapa kali diuji cobakan di puskesmas Driyorejo. “Bisa berat badan 80 kilogram hingga 100 kilogram untuk kecepatan tiga kilometer, layaknya kecepatan orangberjalan sih,” kata siswa asal Driyorejo Kota Baru ini.

Onky Dwi  menambahkan yang mendasari pembuatan kursi roda elektrik ini dikarenakan observasi mereka di Puskesmas Driyorejo. Pasien lansia jumlahnya mencapai 37 persen. Sebanyak  47 persen dalam kondisi disabilitas. “Kami membuat kusi roda ini dari brbagai bahan yang ada, tak harus barang baru, karena semua hal bisa dimodifikasi. Misla kursi roda bekas, limbah kayu dan beberapa alat lain bisa disulap dengan bagus,” kata dia.

Nur Aida yang merasakan dampaknya. Perempuan  tidak bisa bergerak di bagian pinggang dan kaki karena kecelakaan. Ia pun mencoba melakukan aktifitas dengan kursi roda buatan siswa SMK ini. Selama dua minggu, ia mulai bergerak. “Selama dua minggu dan bekerja dengan baik, meski untuk tanjakan yang memiliki sudut lebih dari 15 derajat masih susah dijalankan,” kata dia.  

Guru pembimbing Asrul Yanuar mengatakan, perakitan yang dilakukan p[ara siswa ini mencapai 1 bulan untuk. Termasuk konsep program yag berlangusng dua minggu dalam prosesnya. Ia berharap, dari teknologi sederhana ini bisa membantu masyarakat yang memiliki mopbilitas terbatas. “Karena bagaimanapun, mobilitas seseorang juga mempengaruhi produktifitasnya,” tutup dia. (*/han)

(sb/est/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia