Minggu, 27 May 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Ramadan dan Idul Fitri Ini, Konsumsi BBM dan LPG Diprediksi Naik

Kamis, 17 May 2018 16:04 | editor : Abdul Rozack

PASOK BBM: Petugas sedang melakukan pengisian BBM ke truk tangki di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjung Perak, Surabaya. Pertamina MOR V siap m

PASOK BBM: Petugas sedang melakukan pengisian BBM ke truk tangki di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjung Perak, Surabaya. Pertamina MOR V siap menambah pasokan saat bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Menyambut Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Pertamina Marketing Operation Region V (MOR V) memprediksi terjadi peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah Jawa Timur, baik gasoline (premium dan pertamax series) dan gasoil (solar/bio dan dex series). Selain itu, konsumsi LPG PSO (bersubsidi 3 kilogram) dan LPG Non Subsidi juga diperkirakan mengalami kenaikan.

Unit Manager Communication dan CSR Jatimbalinus Rifky Rakhman Yusuf menjelaskan, konsumsi produk BBM Pertamina diperkirakan naik sekitar 5-14 persen dari konsumsi normal harian untuk wilayah Jawa Timur, baik gasoline dan gasoil, pada kisaran volume 18.286 KL. 

“Puncak peningkatan konsumsi BBM diprediksi akan terjadi pada tanggal 9-10 Juni 2018. Oleh karena itu, Pertamina mempersiapkan langkah-langkah antisipatif dalam penyaluran BBM dan LPG untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Jawa Timur-Bali-Nusa Tenggara,” papar Rifky di Surabaya, Rabu (16/5).

Tterkait penyaluran LPG di wilayah Jawa Timur sepanjang bulan Ramadan, Rifky memprediksi ada peningkatan konsumsi LPG 3 kilogram (kg) sebesar 7 persen dari konsumsi normal bulanan sebesar 94.679 metric ton (MT) per bulan atau meningkat menjadi 101.307 MT.

“Konsumsi LPG Non Subsidi seperti Bright Gas 5,5 kg, Bright Gas 12 Kg, dan LPG 12 kg di Jawa Timur juga diprediksi mengalami peningkatan selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri sebesar 9 persen atau 5.006 MT per bulan dibandingkan dengan konsumsi normal bulanan yaitu sebesar 4.593 MT,” kata dia.

Selain peningkatan stok, Rifky mengaku, upaya Pertamina dalam mengamankan pasokan LPG juga melakukan built-up stock di tabung dan menjaga stok di storage agar selalu penuh. Begitu pula built-up stock di agen, pangkalan, dan outlet LPG. Serta membentuk 237 Agen Siaga dan 2.426 Pangkalan Siaga di wilayah Jawa Timur.

“Pengamanan pasokan LPG dengan menambah alokasi penyaluran channel distribution sampai dengan 109 persen dari konsumsi normal,” ungkapnya.

Sedangkan untuk penyaluran bahan bakar pesawat (avtur) menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, menurut dia, juga diprediksi mengalami peningkatan. Konsumsi rata-rata normal harian untuk Jawa Timur sebesar 1.196 KL. Dan diprediksi akan meningkat sekitar 9 persen menjadi 1.315 KL. Menurutnya, kenaikan konsumsi tertinggi diprediksi pada H-5 dan H+3 saat puncak arus mudik dan arus balik Idul Fitri. 

“Pertamina MOR V berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan BBM dan LPG sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri 1439 H dengan penuh ketenangan,” pungkasnya. (cin/hen)

(sb/cin/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia