Sabtu, 26 May 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Tomas 1.025 RT dan 198 RW di Probolinggo Siap Menangkan Gus Ipul

Kamis, 17 May 2018 16:21 | editor : Wijayanto

PEDULI TETANGGA: Calon gubernur Jatim Saifullah Yusuf bersama relawan di Probolinggo

PEDULI TETANGGA: Calon gubernur Jatim Saifullah Yusuf bersama relawan di Probolinggo (ISTIMEWA)

PROBOLINGGO - Calon Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bertemu dengan ribuan relawan Kota Probolinggo, Rabu (16/5). Para relawan  ini merupakan tokoh masyarakat dari 1025 RT, 198 RW, di lima kecamatan, se-Kota Probolinggo.

Gus Ipul, wakil gubernur dua periode ini berkomitmen untuk semakin meningkatkan kerukunan antar warga di dalam RT dan RW. Di antaranya, melalui program yang ia gagas saat menjabat wakil gubernur, yakni Gerakan Peduli Tetangga. Gerakan ini dibuat untuk mengatasi berbagai persoalan masyarakat, di antaranya kemiskinan.  "Kita harus mengenal tetangga. Kita justru tahunya dari orang lain padahal kita adalah tetangganya," kata Gus Ipul.

Menurutnya, peran RT dan RW inilah yang seharusnya dioptimalkan. Organisasi sosial terendah tersebut diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mengatasi masalah sosial hingga kemiskinan.  "Kami akan menjadikan RT dan RW bukan sekadar alat koordinasi pemerintahan. Namun, mereka juga harus diajak untuk menjadi garda terdepan dalam pertahanan," kata mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini."Kalau ada yang sakit, gotong royong membantu. Kalau tidak bisa, segera diserahkan ke pemerintah. Kami punya anggaran untuk itu," katanya. 

Dia menambahkan, gerakkan peduli tetangga telah dilaunching dan mulai berjalan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kampung berprestasi di Jawa Timur. Mulai kampung Go Green, kampung baca, kampung air, hingga berbagai kampung UMKM.

Selain itu, gerakan ini juga menjadi ajang antisipasi untuk berbagai tindak kejahatan yang kemungkinan berpotensi dilakukan oleh tetangga.  "Misalnya, ketika tetangga kita menggunakan narkoba, hingga ada orang baru yang merencanakan aksi terorisme bisa kita ketahui lebih awal," kata wakil dari Gubernur Jawa Timur, Soekarwo ini. "Jadi, gerakan ini sebagai alat penjaga kerukunan sekaligus deteksi dini terhadap berbagai potensi tindak kriminal," kata mantan Ketua GP Ansor dua periode ini. 

Ia optimistis, kalau RT dan RW bisa solid maka akan dengan mudah menangkal isu kriminal termasuk teroris sejak dini.  "Kami mengutuk keras aksi terorisme yang terjadi akhir-akhir ini. Dengan mengedepankan aksi pencegahan, kami berharap ini menjadi kejadian terakhir," kata dia. (vga/nug)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia