Sabtu, 26 May 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik Sidoarjo

Rawan Pelanggaran Kampanye Selama Ramadan

Kamis, 17 May 2018 19:47 | editor : Lambertus Hurek

Rapat koordinasi Panwaslu Sidoarjo dengan instansi terkait.

Rapat koordinasi Panwaslu Sidoarjo dengan instansi terkait. (Mus Purmadani/Radar Sidoarjo)

Memasuki bulan Ramadan 1439 Hijriah, Panwaslu Sidoarjo menggelar rapat koordinasi, Selasa (15/5/2018) malam. Rapat tersebut membahas potensi pelanggaran kampanye selama bulan puasa.

Rapat tersebut diikuti Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo, Polresta Sidoarjo, Kodim 0816, Bakesbangpol, Dishub, FKUB, Takmir Masjid, tim pemenangan masing-masing pasangan calon (paslon), serta partai-partai pengusung.

 Ketua Panwaslu Kabupaten Sidoarjo Mohammad Rasul mengatakan, pada bulan Ramadan potensi pelanggaran kampanye cukup tinggi. Di antaranya, buka bersama dengan melakukan ceramah yang isinya termasuk katagori kampanye di tempat ibadah. Kemudian sahur bersama dengan ceramah yang terindikasi kampanye.

"Memberikan parsel kepada pejabat, kepala desa, dan pihak lainnya yang terindikasi money politics. Selain itu, mengadakan pawai atau takbir keliling oleh paslon atau tim kampanye maupun parpol," katanya.

Karena itu Rasul meminta semua pihak terkait untuk berupaya mencegah pelanggaran di bulan suci. Rujukannya pada ketentuan perundang-undangan pemilu. Tim paslon juga diimbau tidak mudah terprovokasi dengan isu SARA dan/atau ujaran kebencian.

Selain memperketat pengawasan, panwaslu juga mengadakan koordinasi dengan pihak yang memasang spanduk di masjid. Intinya imbauan agar tidak mengadakan kampanye di tempat ibadah. "Termasuk memanfaatkan ibadah puasa sebagai sarana kampanye," ujarnya.

Koordinator Takmir Masjid Sidoarjo KH Soleh Qosim menyambut baik upaya panwaslu menjaga kesejukan selama bulan Ramadan. Pihaknya siap bekerja sama dengan mengadakan sosialisasi larangan kampanye di masjid. "Para penceramah (ustad) juga agar dalam berceramah tidak mengandung kampanye," katanya. 

Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sidoarjo I Nyoman Anom Mediana juga menyatakan siap untuk menjaga kerukunan antarumat beragama di Kota Delta. Termasuk mencegah isu teroris yang dijadikan sarana disharmonisasi antarumat beragama. "Bahaya jika isu terorisme dijadikan bahan kampanye oleh paslon," katanya. (mus/rek)

(sb/mus/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia