Senin, 25 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Mau Tukar Uang? BI Siapkan Rp 15,1 Triliun Uang Baru

Kamis, 24 May 2018 06:05 | editor : Abdul Rozack

BI Siapkan Rp 15,1 Triliun Uang Baru

BI Siapkan Rp 15,1 Triliun Uang Baru (Grafis: Fajar)

SURABAYA - Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur telah membuka layanan penukaran uang baru. Tahun ini, Bank Indonesia menyiapkan uang baru sebesar Rp15,1 triliun untuk mencukupi permintaan uang baru masyarakat Surabaya. 

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Yudi Harymukti mengatakan, jumlah tersebut lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 13,1 triliun dan mengalami peningkatan sekitar 15,3 persen. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan minat masyarakat untuk menukarkan uang baru pada tahun ini tergolong sangat tinggi. 

Selain itu, mengingat hari libur lebaran yang semakin bertambah, sehingga kebutuhan uang baru pun juga meningkat. “Peningkatan itu hal yang wajar, karena selalu terjadi di setiap menjelang lebaran. Selain untuk kebutuhan saat lebaran, libur lebaran tahun ini juga lebih panjang, sekitar 12 hari. Menurut saya itu juga memberikan pengaruh kenapa minat uang baru ini semakin meningkat,” terangnya di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Rabu (23/5). 

Yudi menjelaskan, terkait mekanisme penukaran uang baru ini, Bank Indonesia memberlakukan pembatasan dengan menerapkan sistem paket senilai Rp 3,7 juta per orang. Jumlah tersebut, terdiri dari pecahan Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, dan Rp 2.000. Selain itu, untuk dapat melakukan penukaran, Bank Indonesia mewajibkan masyarakat atau penukar menyertakan KTP atau identitas diri lainnya. Menurutnya, identitas tersebut difungsikan sebagai pencatatan, agar masyarakat tidak melakukan penukaran lebih dari sekali. 

“Penukarannya maksimal Rp 3,7 juta per orang. Jadi setiap orang hanya boleh tukar sekali saja, dengan jumlah maksimal tersebut. Meskipun nukarnya berbeda-beda tempat, dan lebih dari satu kali, tetap tidak bisa. Karena kami sudah mencatatnya. Hal ini perlu dilakukan supaya dapat memberi kesempatan masyarakat lebih banyak,” jelasnya.  (cin/rud)

(sb/cin/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia