Kamis, 21 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Enak-enak Ngopi Digerebek Polisi, Kakak-Adik Ini Kompak

Kamis, 24 May 2018 20:25 | editor : Abdul Rozack

ASYIK NGOPI DISERGAP: Ragil Putra Andiko, dan adiknya, HCA

ASYIK NGOPI DISERGAP: Ragil Putra Andiko, dan adiknya, HCA (ISTIMEWA)

SURABAYA - Kenikmatan Ragil Putra Andiko,19, dan HCA,17, saat menyeruput kopi di warung giras, buyar. Sebab, kakak-adik yang tinggal di Jalan Kupang Tembusan I /29, Surabaya diringkus polisi. Mereka ditangkap setelah kedapatan polisi usai mengisap sabu-sabu (SS). Terbukti setelah digeledah, polisi menemukan alat isap dan sisa SS di tas milik salah satu tersangka. Tak hanya itu, keduanya juga positif menggunakan SS. 

 Penangkapan terhadap kakak-beradik ini dilakukan oleh anggota Polsek Dukuh Pakis pada Senin (21/5). Keduanya ditangkap pada malam hari di sebuah warung kopi di Jalan Kupang Gunung Timur I. Saat itu, keduanya sedang asyik ngopi, sambil sesekali mengisap SS secara sembunyi-sembunyi. Saking asyiknya, keduanya tak sadar jika mereka sudah diintai polisi. 

 “Kami mendapatkan informasi dari masyarakat yang mendapati dua remaja mengisap SS di kawasan tersebut. Setelah itu, kami melakukan penyelidikan,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Dukuh Pakis, Iptu Sujatmiko Rabu (23/5). 

 Sujatmiko menjelaskan, setelah digerebek, dua remaja tersebut tak bisa berkutik. Sebab saat ditangkap, keduanya masih dalam pengaruh SS. Kemudian saat digeladah, polisi menemukan satu pipet kaca yang di dalamnya berisi sisa SS yang diisap oleh kedua tersangka. 

 “Kami juga sudah melakukan tes urine terhadap keduanya. Dan hasilnya positif,” terangnya. 

 Sujatmiko mengatakan setelah terbukti, kedua remaja ini lantas diperiksa di Polsek. Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi mengatahui jika mereka mendapatkan SS dari salah seorang kurir yang juga masih remaja. Mereka membelinya dengan harga diskon, yakni Rp 100 ribu per poketnya. 

 “Sepertinya mereka juga menjadi korban dari bujuk rayu kurir. Mirisnya lagi, salah satu dari mereka masih di bawah umur,” ujarnya. 

 Kemudian langkah yang diambil polisi ialah memproses kedua tersangka. Hanya saja, untuk tersangka HCA, polisi menyerahkannya ke Bapas, khusus anak untuk dilakukan pembinaan.

 Ragil mengatakan jika dia dan adiknya baru sekali mencicipi SS. Hal itu pun mereka lakukan karena penasaran dengan sensasi usai mengisap SS. Sebab menurut teman-temannya, mengisap SS bisa membuat mereka lebih rileks dan santai. “Saya baru merasakan sekali, dan efeknya memang seperti itu,” ungkapnya.(yua/no)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia