Senin, 25 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Dinilai Bersih, SPSI Tjiwi Kimia Dukung Khofifah

Jumat, 25 May 2018 16:12 | editor : Wijayanto

BERSIH: Calon gubernur jatim Khofifah Indar Parawansa (baju putih) ditengah-tengah karyawan Tjiwi Kimia, cagub nomor urut satu ini dinilai pemimpin yang bersih.

BERSIH: Calon gubernur jatim Khofifah Indar Parawansa (baju putih) ditengah-tengah karyawan Tjiwi Kimia, cagub nomor urut satu ini dinilai pemimpin yang bersih. (ISTIMEWA)

SIDOARJO - Calon Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dinilai mumpuni untuk memimpin Jawa Timur ke depan. Khofifah dinilai sosok yang bersih dari korupsi.

Kepercayaan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT Tjiwi Kimia, Artyan Yunianto di depan ribuan buruh PT Tjiwi Kimia di Sidoarjo, Kamis (24/5). Menurutnya, ketua umum PP Muslimat NU tersebut merupakan sosok yang bersih dan figur yang memiliki komitmen memberantas korupsi yang dibutuhkan masyarakat Jatim.

"Di Tjiwi Kimia one instruction. Secara pribadi, saya mendukung yang bersih dari korupsi. Kita SPSI Tjiwi Kimia membutuhkan figur yang clear, bersih dari korupsi seperti bu Khofifah. Objektifnya, waktunya perempuan memimpin dan bersih dari korupsi," kata Artyan.

Baginya, program pasangan calon Khofifah-Emil yang dikenal dengan Nawa Bhakti Stya dianggap mewakili keinginan masyarakat. Dia pun mendoakan pasangan calon nomor urut satu tersebut mulus melanggeng menuju Grahadi satu. Dan mendapat suara mayoritas masyarakat Jatim pada hari pencoblosan 27 Juni mendatang.  "Menurut kita bagus, memang misinya bagus bu Khofifah. Semoga saja bu Khofifah bisa menang," jelasnya.

Doa juga disampaikan oleh General Affair Tjiwi Kimia, Sugianto. Besar harapannya agar mantan menteri sosial itu dapat memimpin Jatim. “Begini bedanya bu Khofifah ciri khasnya memimpin, perasaannya dalem.Semoga bu Khofifah menjadi Gubernur. Doa orang berpuasa kan mustajab ya,” kata Sugianto. 

Dengan dipilihnya Khofifah-Emil, Sugianto berharap nantinya kesejahteraan bisa lebih merata. Jatim lebih aman, sehingga pembangunan lebih cepat. “Serta pemerataan kesejahteraan khususnya pekerja," tandasnya. (bae/nug)

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia