Senin, 25 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Kapal Khusus Ternak KM Camara Nusantara 2 dan 5 Dioperasikan

Sabtu, 26 May 2018 08:30 | editor : Abdul Rozack

ANGKUTAN TERNAK: Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Ditjen Hubla Kemenhub Ir Chandra Irawan memecah kendi tanda dioperasikannya kapal khusus pengangku

ANGKUTAN TERNAK: Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Ditjen Hubla Kemenhub Ir Chandra Irawan memecah kendi tanda dioperasikannya kapal khusus pengangkut ternak KM Camara Nusantara 2 dan KM Camara Nusantara 5 yang diproduksi oleh PT Adiluhung Saransegara (ISTIMEWA)

MADURA - Dua kapal pengangkut ternak yaitu KM Camara Nusantara 2 dan KM Camara Nusantara 5 pesanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub yang diproduksi galangan kapal PT Adiluhung Saranasegara Indonesia secara resmi melakukan pelepasan dan pelayaran perdana, Jumat (25/5).

Acara Peluncuran Kapal Khusus Pengangkut Ternak ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kontrak pembangunan kapal khusus pengangkut ternak yang telah dilaksanakan pada 11 Desember 2015, yang dibangun oleh PT Adiluhung Saranasegara Indonesia. Nilai kapal masing-masing Rp 58,9 miliar.

Kedua unit Kapal Khusus Pengangkut Ternak ini memiliki panjang keseluruhan 68,78 meter dan lebar 13,60 meter, dengan kapasitas angkut sebanyak 450 sampai 500 ekor ternak sapi. Kedua kapal khusus pengangkut ternak ini, KM Camara Nusantara 02 dan KM Camara Nusantara 05 nantinya akan dioperasikan oleh PT ASDP Ferry Indonesia. 

Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub R Agus H  Purnomo dalam sambutannya yang disampaikan Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut, Ir Chandra Irawan mengatakan, KM Camara Nusantara 02 akan melayani RT-3 dengan Pelabuhan Pangkal di Kupang. Adapun trayek yang dilayani adalah Kupang-Wini-Atapupu-Tanjung Priok-Kupang dengan jarak tempuh 2.300 NauticalMill dan lama waktu pelayaran 1 roundvoyage 14 hari. Sedangkan KM Camara Nusantara 05 akan melayani RT-06 dengan Pelabuhan Pangkal di Celukan Bawang, melayani trayek Celukan Bawang-Tanjung Priok-Kupang-Wini-Atapupu-Samarinda-Celukan Bawang dengan jarak tempuh 3.255 NauticalMill dan lama waktu pelayaran 1 roundvoyage 21 hari.

PT Adiluhung Saranasegara Indonesia sebelumnya juga telah membangun KM Camara Nusantara 01, yang juga merupakan kapal khusus pengangkut ternak. Hingga saat ini KM Camara Nusantara 01 telah melakukan 24 kali pelayaran dengan total sapi yang diangkut sebanyak 12.000 sapi.

Chandra mengatakan, distribusi ternak, terutama sapi, hingga kini masih belum optimal karena sampai saat ini, pengangkutan sapi dari berbagai daerah masih mengandalkan transportasi darat yang menggunakan armada truk dengan jumlah yang terbatas. Hal ini kemudian menyebabkan terkendalanya pasokan/ distribusi ternak menuju ibu kota DKI Jakarta yang membutuhkan 700 ekor sapi setiap harinya yang akhirnya juga menyebabkan harga sapi menjadi lebih mahal dari yang seharusnya. 

“Harus kita pahami pula, bahwa mengirimkan sapi dari daerah tidak sama dengan mendistribusikan barang konsumsi lainnya. Ada risiko-risiko alam yang tidak bisa diprediksi, seperti misalnya sapi menjadi stres atau mati,” ujar dia. 

Chandra menambahkan, penyelenggaraan transportasi untuk hewan/ternak haruslah berdasarkan dan berprinsip pada kesejahteraan hewan, sehingga penyusutan bobot hingga kematian ternak yang terjadi dapat diminimalisir. Distribusi ternak yang bagus dan hemat dapat berdampak dengan menurunnya angka impor, sekaligus menekan harga sapi di pasaran. (pur/hen)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia