Senin, 25 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Emil Dardak, Sosok Milenial di Mata Pedagang Pasar Tembok Dukuh

Sabtu, 26 May 2018 14:41 | editor : Wijayanto

SAHUR BARENG: Cawagub Jatim Emil Elestianto Dardak bersilaturahmi dengan para pedagang di Pasar Tembok Dukuh dalam acara sahur on the road.

SAHUR BARENG: Cawagub Jatim Emil Elestianto Dardak bersilaturahmi dengan para pedagang di Pasar Tembok Dukuh dalam acara sahur on the road. (LAININ NADZIROH/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Setiap kali menyapa warga, Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Timur (Cawagub Jatim) Emil Elestianto Dardak selalu mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Seperti saat hadir dalam acara sahur on the road di Pasar Tembok Dukuh, Surabaya, Jumat (25/5) dinihari.

Emil Dardak bahkan disebut salah satu pedagang sebagai sosok milenial harapan masyarakat. “Mas Emil sosok milenial yang menjadi harapan masyarakat. Saya salut ada sosok muda, pintar, dan berpendidikan yang mau dan gigih berjuang untuk Jawa Timur,” kata Supriyadi, salah satu pedagang Pasar Tembok Dukuh.

Supriyadi menyatakan, dia berharap jika Emil Dardak terpilih, akan bisa melindungi masyarakat kecil. Apalagi pedagang pasar di Tembok Dukuh ini sering ditertibkan oleh petugas.

Katiyem, pedagang bumbu dapur mengungkapkan, pemerintah seharusnya melindungi pedagang kecil seperti dirinya. “Lindungi kami pak, kami ini orang kecil jangan sering ditertibkan. Disinilah penghidupan kami berada,” tambah Katiyem.

Di pasar ini kehadiran pria yang pernah belajar di University of Oxford ini terlihat mendapat sambutan hangat dari pedagang. Bahkan, kabar Bupati Trenggalek non aktif ini akan menyulap Pasar Pon di Trenggalek menjadi pasar berarsitektur Eropa juga didengar pedagang disini. 

Baru-baru saja Emil Dardak sebelum masa cuti kampanye memang telah menetapkan anggaran guna pembangunan Pasar Pon Trenggalek. Bahkan, Emil Dardak disebut sebagai bupati pertama semenjak tahun 1960 yang berani menganggarkan dana besar untuk Pasar Pon.

"Beliau peduli dengan rakyat cilik. Saya yakin Mas Emil dan Ibu Khofifah memenangi Pilkada Jatim dengan angka kemenangan 65 persen," tandasnya diamini pedagang lain.

Sementara itu, Emil menyebut kehadirannya adalah menghadiri permintaan masyarakat untuk sahur bersamanya. Apalagi sahur bersama dan jalan-jalan setelah subuh adalah tradisi ketika bulan Ramadan.

"Jalan-jalan pagi ke pasar gini kita dapat melihat geliat ekonomi masyarakat, kita tahu apa kendala dan hal yang dibutuhkan masyarakat," tutur pria yang kerap ditunjuk sebagai konsultan Bappenas RI tersebut.

Sejumlah keluhan pedagang yang ditemuinya, kata Emil, menjadi cacatan penting untuk  dicarikan solusi kedepannya. Kegiatan ini juga, lanjut Emil, akan menjadi model yang ideal dalam menyerap aspirasi riil di masyarakat, sekaligus sebagai bukti kehadiran negara.

"Kita perlu lihat secara matang agar kita bisa mengakomodir ekonomi masyarakat kecil. Akan tetapi niat baik pemerintah untuk menyediakan tempat yang layak untuk berjualan perlu juga mendapatkan apresiasi," pungkas Emil. (nin/nur)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia