Senin, 25 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Kota Lama
Menengok Sejarah Kawasan Pasar Besar (17)

Tempat Berdirinya Perkumpulan Olahraga

Minggu, 27 May 2018 08:48 | editor : Wijayanto

AKTIVITAS SOSIAL MASYARAKAT: Tidak hanya terkenal dengan kawasan perdagangan, hiburan dan perkumpulan masyarakat, di kawasan Pasar Besar dahulu juga terdapat perkumpulan olah raga, yakni sepak bola dan bulutangkis.

AKTIVITAS SOSIAL MASYARAKAT: Tidak hanya terkenal dengan kawasan perdagangan, hiburan dan perkumpulan masyarakat, di kawasan Pasar Besar dahulu juga terdapat perkumpulan olah raga, yakni sepak bola dan bulutangkis. (Andy Satria/Radar Surabaya)

Di Jalan Pasar Besar Wetan (dahulu masuk kawasan Pasar Besar), dulu terdapat sejumlah perkumpulan olahraga. Paling menonjol adalah olahraga bulutangkis dan sepak bola.

VEGA DWI ARISTA-Wartawan Radar Surabaya

Zaman dulu orang yang memiliki hobi olahraga mengeluarkan bakatnya dengan membentuk perkumpulan. Bulutangkis menjadi perkumpulan yang banyak diminati hingga zaman sekarang. Salah satu klub eksis bulutangkis yakni Naga Kuning, yang sekarang bernama Surya Naga.

Naga Kuning menjadi salah satu klub bulutangkis di Indonesia yang populer pada zamannya. Dengan keterbatasan akses dan tempat, namun tidak memupus keinginan para atlet untuk berlatih. “Latihan dulu karena banyak orang senang bulutangkis,” kata pemerhati sejarah Kotjo Negoro kepada Radar Surabaya.

Di Naga Kuning tersebut digembleng sejumlah atlet yang memiliki bakat istimewa. Berada di ruang yang tidak terlalu besar, dilatih sejumlah bakat muda hingga dewasa. Lama kelamaan munculnya atlet di era setelah kemerdekaan, di antaranya Rudy Hartono.

Untuk sepakbola terdapat pemain Tee Sian Liong yang terkenal dengan tendangan yang bisa melengkung. Dengan berbagai atlet yang bermunculan, kawasan Pasar Besar juga memiliki ikon atlet yang bisa dibanggakan. “Komplet fasilitas untuk dagang dan olahraganya,” ujarnya.

Keberadaan atlet tersebut hingga kini juga semakin eksis seiring meningkatnya prestasi bulutangkis dan sepak bola. Khusus untuk bulutangkis, hingga saat ini regenerasi itu terus berlanjut.

“Bahkan pamor atlet maupun olahraganya pun tak luntur termakan zaman,” tukasnya. (bersambung/nur)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia