Senin, 25 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Pemerintah Harus Mampu Beri Akses dan Peluang Sukses Bagi Pemuda

Senin, 11 Jun 2018 17:19 | editor : Abdul Rozack

SATU TUJUAN: Cawagub Jatim Emil Elestianto Dardak (empat dari kanan) foto bersama para pendukungnya usai dialog pemuda di Warung Gunung, Kediri, Mingg

SATU TUJUAN: Cawagub Jatim Emil Elestianto Dardak (empat dari kanan) foto bersama para pendukungnya usai dialog pemuda di Warung Gunung, Kediri, Minggu (10/6). (ISTIMEWA)

PASURUAN - Kesuksesan tentunya tidak bisa dimiliki semua kalangan, kesuksesan bisa dicapai karena kerja keras, ketekunan dan keberuntungan. Meskipun sukses itu bukan milik semua orang, pemerintah harus bisa hadir memberikan akses dan peluang bari warga masyarakat, salah satunya kepada pemuda. Ungkapan ini disampaikan oleh calon wakil gubernur Jawa Timur (cawagub Jatim) Emil Elestianto Dardak dalam acara Dialog Pemuda di rumah makan Warung Gunung (Wagu) Kediri, Minggu (10/6). 

Dalam dialog tersebut, pendamping Khofifah Indar Parawansa dalam pilkada Jatim ini memaparkan bahwa pemuda memiliki segudang ide yang perlu dukungan pemerintah. “Dan untuk bisa memahami ide-ide ini, tentunya perlu wakil pemuda dalam pemerintahan,” terang Emil. 

Sudah tidak zamannya menggantungkan pekerjaan dari perkantoran, mencari pekerjaan dengan mententeng lamaran dari kantor satu ke kantor lainnya. Lapangan pekerjaan saat ini lebih kepada profesional freelance. 

Bukannya pekerjaan serabutan, melainkan mempertajam talenta seseorang dengan dimentori oleh orang yang sudah profesional untuk mencari klien melalui Milenial Job Center.

Di awal-awal jangan tendensi mencari uang, melainkan mencari pengalaman dengan mempertajam dan memperkaya kemampuan. “Dengan berbagai testimoni kepuasan klien tentunya penghasilan akan mengalir dengan sendirinya,” ujarnya.

Selain Milenial Job Center, menurut Emil, juga ada komunal branding. Dengan memenuhi standar kualitas, masyarakat dapat membuat produk bersama yang difasilitasi pemerintah.

Suami pesohor Arumi Bachsin ini menceritakan dengan komunal branding satu merek dagang batik "Trenggalih", pengrajin batik Trenggalek mampu menjual batiknya di Sarinah Plaza Jakarta. Bahkan sejajar dengan beberapa batik terkenal lainnya yang sebelumnya belum pernah terpikirkan oleh para pengrajin batik.

Gus Han, Juru bicara Khofifah-Emil sangat memuji pemahaman dan pemikiran Emil Dardak yang disampaikan dalam dialog kepemudaan tersebut. "Saya sangat senang menjadi juru bicara Khofifah-Emil, karena keduanya mempunyai pemahaman-pemahaman yang sangat luar biasa untuk membangun Jatim, bukan menjual garis keturunan atau faktor lainnya. Keduanya mempunyai kualitas dan kemampuan yang memang dibutuhkan Jatim saat ini," ungkapnya.

Menanggapi pertanyaan banyaknya dukungan kalangan milenial kepadanya, co-Presiden UCLG Aspac ini menjelaskan, para pemuda memberikan respon bukan karena asal. Memang karena dirinya berangkat dari generasi milenial. Namun, dengan itu tak lantas mereka mau otomatis memberikan dukungan, pastinya mereka melihat dulu ada embel-embel apa. “Apakah ini karena prestasi ataukah mengenai hal yang lain," ungkapnya.

Emil melanjutkan, juga ada pertanyaan mengenai kampanye hitam mengenai Milenial Job Center yang salah alamat. Dimana disebutkan bahwa Milenial Job Center sudah dimulai di Trenggalek dan hasilnya gagal, padahal ini adalah ide yang segar dan baru.

“Hal seperti ini mereka juga tahu, namun mereka tidak segampang itu percaya dan menggali lebih dalam terkait hal ini,” tegas Emil. (nin/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia