Senin, 25 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Anjurkan Pakai Non Tunai, Tetap Pastikan Ketersediaan Uang di ATM Aman

Selasa, 12 Jun 2018 09:00 | editor : Abdul Rozack

ISI ATM: Petugas mengisi uang ke salah satu ATM untuk kebutuhan tarik tunai.

ISI ATM: Petugas mengisi uang ke salah satu ATM untuk kebutuhan tarik tunai. (Dokumen Radar Surabaya)

SURABAYA - Sejumlah bank swasta dan BUMN telah mempersiapkan sejumlah langkah dalam menghadapi libur Lebaran 2018. Karena hari libur kali ini lebih panjang dari tahun lalu, persiapannya sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Yudi Harymukti mengatakan, Bank Indonesia Regional Jawa Timur telah memastikan ketersedian uang rupiah di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) selama libur panjang Lebaran 2018 aman dan tidak akan terjadi kekosongan.

"BI telah menyiapkan jumlah uang yang sangat cukup baik dengan perbankan maupun loket BI sendiri," terangnya.

Di sisi lain, kata Yudi, BI terus mendorong masyarakat dan perbankan untuk menggunakan non tunai. Karena lebih efisien, lebih mudah, dan lebih aman. Sementara itu, menurut Yudi, di beberapa rest area juga malayani penjualan kartu. Hal ini merupakan bentuk kerjasama dengan bank untuk mengeluarkan e-money edisi Lebaran.

"Memang budaya masyarakat masih belum afdol jika belum memegang uang tunai. Namun di sisi lain, non tunai telah mengalami kemajuan," ujarnya.

Yudi menuturkan, sampai saat ini, uang tunai mengalami pertumbuhan sebesar 10-12 persen setiap tahunnya. Sedangkan non tunai mengalami pertumbuhan sebesar 20 persen setiap tahunnya.

"Memang ada peralihan secara gradual. Sehingga perlu adanya peningkatan penyediaan instrumen dan ekosistem non tunai yang bagus. Memperluas instrumen dan infrastruktur sampai ke pedesaan," lanjutnya.

Mengenai upaya dalam menghadapi libur Lebaran, menurut Yudi, BI sudah melakukan upaya optimal dan mengantisipasi untuk memenuhi kebutuhan uang masyarakat khususnya untuk ATM. 

"Selama Lebaran, BI bersama perbankan telah menyiapkan ketersediaan uang yang cukup untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sepenuhnya. Khususnya terkait Ramadan, Idul Fitri, dan libur panjang Lebaran selama 12 hari kalender," katanya.

Yudi menambahkan, perbankan dipastikan sudah memenuhi kebutuhannya selama liburan. Khususnya untuk ketersediaan dana di ATM-ATM nya. Sehingga tetap dapat melayani masyarakat melalui ATM. Selain itu, perbankan juga telah memastikan infrastruktur dan persiapan non tunai berjalan dengan baik. Selain penariakn tunai, layanan transfer, khususnya dengan ATM, jaringan-jaringan tol, topup, dapat dilakukan dengan baik.

"Kami sudah melakukan upaya yang maksimal terkait kebutuhan transaksi tunai maupun non tunai dapat berjalan lancar selama Lebaran dan libur panjang setelah Lebaran," imbuhnya.

Menurut Yudi, semua telah melayani secara optimal. Sehingga diharapkan, masyarakat dapat menikmati Lebaran dan libur Lebaran dengan tenang. Ia melanjutkan, untuk BI sendiri akan mulai beroperasi kembali pada tanggal 19-20 Juni 2018, dan akan opersional terbatas pada kedua tanggal tersebut.(cin/hen)

(sb/cin/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia