Kamis, 21 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Jasa Marga Prediksi Lonjakan Lalu Lintas Mudik 14 Persen

Rabu, 13 Jun 2018 10:00 | editor : Abdul Rozack

BAYAR TOL: Pengendara menempelkan kartu non tunai untuk membayar tarif tol di pintu keluar jalan tol ruas Surabaya-Gempol.

BAYAR TOL: Pengendara menempelkan kartu non tunai untuk membayar tarif tol di pintu keluar jalan tol ruas Surabaya-Gempol. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi lonjakan lalu lintas lonjakan lalu lintas tertinggi pada periode arus mudik Lebaran 2018 sebesar 14 persen, atau sebesar 244.129 dari lalu lintas harian rata-rata (LHR) kendaraan dari rata-rata kondisi normal sebesar 213.891 kendaraan.

 “Lonjakan tersebut mulai terjadi pada H-7 yang selanjutnya secara bertahap menurun sampai dengan 15,54 persen,” terangnya saat konferensi pers di Kantor Jasa Marga Cabang Surabaya, kemarin.

Winarsa menjelaskan, di Ruas Jalan Tol Surabaya-Gempol (Ruas Dupak-Gempol) pada periode arus balik lalu lintas relatif tersebar. Dimana puncaknya terjadi pada H+7 dengan kenaikan sebesar 28,56 persen dari LHR. Sedangkan pada Ruas Jembatan Tol Suramadu, lonjakan lalu lintas tertingi pada periode arus mudik yakni sebesar 6,7 persen dari LHR atau sebesar 28.527 kendaraan dari rata-rata kondisi normal sebesar 26.737 kendaraan. 

Ia memperkirakan lonjakan tersebut terjadi pada H-2.

“Sedangkan pada periode arus balik lalu lintas relatif tersebar dimana puncaknya terjadi pada H+8 dengan kenaikan sebesar 27,17 persen dari LHR,” ujarnya.

Winarsa menambahkan, pengerjaan konstruksi ruas jalan tol Surabaya-Gempol sampai H-10 sudah dihentikan. Hal ini dilakukan untuk keamanan pemudik. 

Menurutnya, untuk penanganan lubang-lubang sudah diantisipasi sejak awal. Pihaknya juga mengadakan piket dari departemen pemeliharaan untuk memastikan semua terkontrol. 

“Untuk rest area kami berikan perhatian lebih, karena bisa jadi penyebab kemacetan jika tidak diatur parkir dan flow-nya. Ketersediaan toilet juga kami pastikan cukup dan kebersihannya oke. Selain itu, pelayanan terhadap transaksi non tunai juga terus ditingkatkan,” paparnya. 

Sedangkan untuk ruas jalan tol Suramadu, Winarsa memperkirakan akan ada peningkatan sebesar 6,7 persen yang diestimasi terjadi pada H-2. Menurutnya, hal ini terjadi dikarenakan para pemudik cenderung mudik mendekati hari Lebaran. Jumlah pemudik diprediksi mencapai 28.500 pengendara, pada hari biasa hanya sekitar 26.700 pengendara.

“Arus balik terjadi pada H+8 dan akan ada kenaikan sebesar 27,12 persen. Untuk antisipasi lonjakan, kami korbankan satu lajur kendaraan roda empat jadi spare untuk masuk sepeda motor. Jadi tahun ini diupayakan ada rekayasa dengan buka pagar pembatas R2 dan R4. Jadi mau masuk bisa pakai lajur dulu. Apalagi rekayasa ini tak bisa menampung transaksi R4 awal,”  jelasnya.

Sementara itu, Yuliana Pimpro Tol Pandaan-Malang menyampaikan, proyek Ruas Jalan Tol Pandaan-Malang masih dalam tahapan konstruksi. Dan sampai saat ini telah selesai sebesar 53,1 persen. Tetapi pihaknya berharap mampu mengurai kemacetan. Menurutnya,  ruas jalan tol Pandaan-Malang akan dioperasikan mulai pukul 07.00 pagi sampai pukul 17.00 sore. Hal ini dikarenakan belum adanya PJU.

“Yang terpenting saat memasuki musim mudik Lebaran ialah kesiapan dari pemudik itu sendiri, baik kendaraan dan fisik pemudik untuk perjalanan panjang,” kata dia. (cin/hen) 

(sb/cin/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia