Kamis, 21 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Aprindo Jatim Optimistis Target Penjualan Lebaran Rp 1,7 T

Rabu, 13 Jun 2018 05:00 | editor : Abdul Rozack

BERJUBEL: Kerumunan pembeli di salah satu sudut pusat perbelanjaan Surabaya menjelang Lebaran, kemarin. Momen Lebaran menjadi kesempatan besar menggen

BERJUBEL: Kerumunan pembeli di salah satu sudut pusat perbelanjaan Surabaya menjelang Lebaran, kemarin. Momen Lebaran menjadi kesempatan besar menggenjot penjualan bagi pusat perbelanjaan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Momen Lebaran masih menjadi momen emas bagi pelaku bisnis ritel tanah air untuk mendulang pendapatan terbesar mereka selama setahun, termasuk di Jawa Timur. 

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Timur (Jatim) April Wahyu Widati mengatakan, setelah sempat pengalami penurunan secara drastis akibat teror bom di pertengahan Mei 2018, kondisi sektor perdagangan di Jatim, khususnya di Surabaya sudah berangsur pulih dan kembali normal. 

Bahkan, tegas April, di akhir bulan Mei kemarin penjualan ritel modern telah mengalami kenaikan sebesar 30 persen dibanding tahun lalu pada bulan yang sama.

“Sepertinya, tertundanya belanja masyarakat akibat bom dibayar di akhir Mei. Melihat tingkat konsumsi masyarakat yang sudah kembali normal, buat kami tetap optimistis target penjualan Lebaran sebesar Rp 1,7 triliun di bulan Juni ini bakal tercapai,” ujarnya di Surabaya, kemarin.

April menjelaskan, selain karena pulihnya tingkat kepercayaan dan konsumsi masyarakat, optimisme tersebut juga diperkuat dengan adanya kebijakan pemerintah untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi seluruh pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pensiunan. Secara nasional, total dana THR yang dikucurkan untuk seluruh PNS mencapai Rp 35,56 triliun.

Di tempat yang sama, Koordinator Wilayah Timur Aprindo Pusat, Abraham Ibnu, menambahkan pihaknya berharap 50 persen dari dana THR  yang mereka dapatkan dibelanjakan untuk kepentingan Lebaran.

 “Tetapi kami juga harus dipikirkan, masa berbelanja pada Lebaran kali ini lebih pendek. Jika tahun lalu Lebaran jatuh akhir bulan sehingga masa berbelanja masyarakat sebulan penuh, maka pada tahun ini hanya sampai pertengahan Juni saja. Karena itu kami melakukan berbagai strategi untuk mencapainya,” tambahnya.

Menurutnya, Lebaran memang menjadi satu-satunya momen terbesar untuk bisa mengerek penjualan. Jika pada bulan normal target penjualan pada tahun ini dipatok sebesar Rp 1 triliun per bulan, maka mulai bulan Mei target naik menjadi Rp 1,4 triliun dan di Juni menjadi Rp 1,7 triliun. Sementara target penjualan ritel di seluruh Jatim pada tahun ini mencapai sebesar Rp 17 triliun.

“Harapan kami, dengan pulihnya kondisi pasar usai kejadian bom dan adanya THR ini bisa mendongkrak pendapatan ritel sehingga bisa mencapai target,” kata Abraham. (cin/hen)

(sb/cin/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia