Senin, 25 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya
Hikmah Ramadan

Puasa dan Ketaqwaan

Oleh: Itsna Syahadatud Dinurriyah, Dosen UINSA

Rabu, 13 Jun 2018 14:25 | editor : Wijayanto

Dosen UINSA dan Mahasiswa S3  University of Leeds, Itsna Syahadatud Dinurriyah

Dosen UINSA dan Mahasiswa S3 University of Leeds, Itsna Syahadatud Dinurriyah

PUASA wajib hukumnya untuk umat muslim dan yang mampu melaksanakannya. Kapan dan dimana pun tempatnya kewajiban ini akan selalu melekat. Selain itu, menjalankan puasa merupakan wujud ketaqwaan umat Islam kepada Allah.  

Menurut dosen Sastra Inggris UIN Sunan Ampel Surabaya, Istna Syahadatud Dinurriyah di dalam puasa terdapat banyak nilai-nilai ketaqwaan di dalamnya. Sebab puasa melatih kesabaran, keikhlasan dan rasa syukur.

“Sehingga puasa bukan hanya ritual menahan rasa lapar, tapi dalam dimensi lain puasa mengandung unsur ketaqwaan terhadap Allah,” ungkapnya.

Istna Syahadatud Dinurriyah yang kini menempuh 3 di Universitas Leeds, Inggris ini juga mengatakan banyak belajar ketaqwaan dari muslim yang ada di Inggris. Meski jumlahnya bukanlah mayoritas namun mereka tetap melaksanannya.

“Meski puasa yang harus dijalani umat muslim disini lebih lama yakni sekitar 19 jam,” ungkapnya. 

Tentu dengan panjangnya durasi menahan lapar dan berbagai godaan lain, seperti restoran dimana-dimana dengan kecapan orang menikmati segarnya es krim menjadi salah satu ujian kesabaran saat menjalankan puasa.

“Pertanyaannya apa muslim disini menderita saat puasa tiba? tentu tidak. Sebab dalam hati mereka ternanam ketaqwaan yang mengakar,”jelasnya. 

Dalam kesempatan ini, dia juga sedikit menceritakan tentang umat muslim di Inggris saat menjelang berbuka. Berbeda dengan muslim di Indonesia yang sering berburu takjil, komunitas Muslim disana bisa berbuka bersama saat mendatangi masjid.

“Sama seperti tempat lain dibelahan dunia, masjid menyediakan takjil berupa kurma dan air putih serta makan berbuka setelah sholat maghrib,” terangnya.  

Istna menceritakan, salah seorang dosen sempat bertanya apakah puasa yang panjang ini tidak mengganggu aktifitasnya? Namun bagi kebanyakan pelajar muslim disana, puasa membantu mereka berkonsentrasi belajar.

“Proses menuntut ilmu dengan menjalankan puasa dengan baik merupakan proses pembelajaran menuju ketaqwaan. Semoga di bulan puasa yang tinggal beberepa hari lagi ini bisa dimanfaatkan oleh umat muslim dengan maksimal. Baik mereka yang bekerja maupun yang masih menuntut Ilmu,” pungkasnya.

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia