Rabu, 20 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Antisipasi Teror, Kapolda Imbau Masyarakat Takbir di Masjid

Rabu, 13 Jun 2018 23:20 | editor : Abdul Rozack

BERSIH: Untuk menyambut pelaksanaan Idul Fitri, pengurus Masjid Al Akbar Surabaya sudah membersihkan ruangan dalam masjid agar jamaah nyaman saat beri

BERSIH: Untuk menyambut pelaksanaan Idul Fitri, pengurus Masjid Al Akbar Surabaya sudah membersihkan ruangan dalam masjid agar jamaah nyaman saat beribadah. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Sebulan lalu aksi teror bom telah mengguncang Kota Surabaya. Saat ini Kota Surabaya dan Jatim kembali pulih aktivitas masyarakat dan ekonominya. Ribuan warga yang bekerja di Kota Surabaya mulai mudik Selasa (12/6) dan Rabu (13/6) meninggalkan Kota Surabaya menuju ke kampung halaman untuk merayakan lebaran.

Untuk itu, pihak Kepolisian Daerah (Polda)Jawa Timur mengimbau untuk masyarakat tak usah melakukan takbir keliling. Ada baiknya melakukan takbir di masjid-masjid dan musala setempat saja. 

"Kami imbau untuk warga masyarakat takbir di masjid-masjid saja, lebih afdol," kata Kapolda Jatim Irjen pol Machfud Arifin saat ditemui Radar Surabaya. 

Polisi dengan dua bintang di pundak itu menjelaskan, alasan keamanan adalah salah satu yang dipertimbangkan. Kendati sudah kondusif namun orang nomor satu di Polda Jatim itu tetap meminta masyarakat dan anggota waspada.

"Kita tidak boleh  underestimate. Pengamanan untuk Hari Raya Idul Fitri sudah siap. Nanti personel akan berjaga di masjid saat pelaksanaan salat Id," tegasnya. 

Selain antisipasi gangguan teror, Polda Jatim meminta masyarakat untuk tetap hati-hati dan waspada. Sebab belakangan ini modus beragam kejahatan kerap muncul mendekati lebaran. Seperti gendam, pencurian dan begal."Jajaran kami minta waspada, dan kami akan all out," paparnya.

Sekedar diketahui dalam pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1439 atau Operasi Ketupat Semeru 2018 Polda Jatim menerjunkan 10.342 personel yang disebar di seluruh wilayah Jatim. 

Ribuan personel tersebut ditempatkan di jalur-jalur lalu lintas, seperti tol dan jalan umum yang berjaga 24 jam penuh.

Untuk mengamankan arus mudik dan balik, Polda Jatim juga mendirikan  211 Pos Pengamanan dan 39 Pos Pelayanan. Semua pos tersebut didirikan di semua titik. Baik jalur Pantura, Tengah dan Selatan Jawa Timur.

Terkait adanya imbau dari Polda Jatim agar tak menggelar takbir keliling tersebut, Ketua Muhammadiyah Surabaya Mahsun Jayadi mengatakan, takbiran sebaiknya  dilakukan di masjid atau musala agar lebih tenang dan benar-benar memaknai hari kemenangan. 

“Kalau takbiran sebetulnya yang keliru itu masalah teknisnya. Kalau di jalan kan kadang sering kali bikin macet,” ujar Mahsun, Rabu (13/6).

Sementara itu, Sekretaris PWNU Jatim Akh Muzakki juga tidak berkemontar banyak soal imbauan agar tak melakukan takbir keliling. Pasalnya ia mengaku belum mendengar adanya imbauan tersebut.“Nanti saya konfirmasi lagi mengenai hal tersebut,” ujar Muzakki. (rus/gin)

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia