Senin, 25 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Mandikan Anak, Dibacok, Tangan Nyaris Putus, Pemabuk Kabur Ancam Warga

Rabu, 13 Jun 2018 19:16 | editor : Abdul Rozack

Iwan Fauzi yang bersimbah darah dibawa ke RS

Iwan Fauzi yang bersimbah darah dibawa ke RS (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Warga Jalan Karangrejo VI C, Wonokromo digegerkan dengan aksi pembacokan yang menimpa Iwan Fauzi, 30, warga Jalan Karangrejo Sawah Gang XIV/19 Selasa (12/6) sekitar pukul 18.15. Korban dibacok saat memandikan anaknya yang masih kecil di kamar mandi kos Jalan Karangrejo VI C/111, Wonokromo, Surabaya. 

Akibat terkena sabetan sajam, tangan kiri korban hampir putus, kening mengalami robek, dan paha. Karena kondisi yang cukup parah saat ini korban dirujuk ke RSU dr Soetomo, Surabaya untuk mendapatkan perawatan intensif. 

Niko Triyana salah satu tetangga kos korban mengatakan, aksi pengeroyokan terjadi sekitar pukul 18.15. Awalnya saat itu kedua pelaku datang ke kamar kos korban. 

Setibanya di lokasi, salah satu pelaku langsung bertanya kepada istri korban mengenai keberadaan Iwan. Diberitahu Iwan, di kamar mandi, kedua pelaku lantas menghampiri korban. 

"Saat itu Iwan, sedang di pintu kamar mandi menunggui anaknya yang masih kecil mandi. Lalu dikeroyok dua orang. Satu orang membawa golok langsung menebas korban," kata Niko saat ditemui Radar Surabaya di depan kamar kosnya, Rabu (13/6). 

Niko menambahkan, seketika itu Iwan sempat melawan dan menangkis. Namun sayang tangan kiri Iwan malah terkena sabetan hingga nyaris putus. Sementara saat itu Niko tak bisa berbuat banyak karena pelaku membabi buta mengeroyok korban.

"Pelaku yang membawa golok dugaanya dalam kondisi mabuk. Sementara salah satu rekannya langsung mencegah dan mengambil golok, karena Iwan sudah tak berdaya," sambungnya.

Melihat kondisi korban terkapar bermandikan darah, Niko pun langsung menolong korban. Kemudian dibopong dan dibawa ke Rumah Sakit Bhakti Rahayu menggunakan motor bersama seorang tetangga kosnya yang lain. 

"Pelaku saat itu langsung kabur dan sempat mengancam warga. Saat itu Iwan masih sadar dan sepertinya kenal dengan pelaku," jelas Niko. 

Lebih lanjut Niko menjelaskan, untuk anak korban saat itu masih selamat tidak terkena tebasan parang. Sementara istri korban dan tetangga lain yang tahu Iwan berlumuran darah sontak histeris. "Kalau permasalahannya apa saya nggak tahu, tiba-tiba pelaku langsung menyerang Iwan," terangnya. 

Pria berbadan tegap itu menerangkan, Iwan tinggal di kos tersebut sudah lebih dari lima tahun bersama istri dan ketiga anaknya. Disinggung terkait apa pekerjaan Iwan para tetangga belum tahu pasti.

"Iwan kayaknya sudah kenal dengan pelaku. Sebab dia bilang ke kami, pelaku itu beraninya kalau mabuk," ucap Niko sambil menirukan ucapan Iwan.

Dari pantauan Radar Surabaya di kamar kos korban Rabu siang (13/6) kamar kos dalam kondisi terkunci. Sebab semua keluarga sedang berada di rumah sakit dan di rumah Karang Sawah.(rus/no)

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia