Jumat, 22 Jun 2018
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Dewan Anggap Keluhan Biasa

Terkait Lapak Sementara di Pasar Panjerejo

Kamis, 13 Jul 2017 08:55 | editor : Andrian Sunaryo

SEMPIT : Kondsi lapak sementara  bagi para pedagang  di Pasar Panjerejo yang bakal direvitalisasi.

SEMPIT : Kondsi lapak sementara bagi para pedagang di Pasar Panjerejo yang bakal direvitalisasi. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

Keluhan pedagang Pasar Panjerejo yang menganggap lapak sementara kekecilan dianggap mengada-ada. Bahkan kalangan DPRD Tulungagung menganggap keluhan tersebut diibaratkan diwenehi ati ngrogoh rempela. Padahal ini hanya sementara saja hingga pembangunan selesai yang diperkirakan akhir tahun nanti.

“ Seharusnya mereka bersyukur sudah dibangunkan tempat jualan sementara,” kata Ketua Komisi C DPRD Tulungagung Subani Sirab kemarin (12/7).

Menurut dia, pemerintah sebenarnya sudah memperhitungkan banyak hal terkait lahan untuk lapak sementara tersebut. Apalagi lokasi juga tidak begitu jauh dari jalan raya. Sehingga kemungkinan besar tidak berpengaruh banyak pada tingkat pendapatan yang diperoleh para pedagang setempat. “Itu hanya keluhan yang biasa diucapkan para pedagang,”jelasnya.

Politisi Partai Hanura ini memperkirakan, ada sebagian pedagang yang kurang memahami rencana pembangunan pasar tersebut. Apalagi nantinya pasar itu bakal berubah 180 derajat, layaknya Pasar Kauman dan Pasar Ngantru yang sudah bersolek terlebih dulu. Sehingga para pedagang bisa lebih nyaman lagi saat berdagang dan berpotensi meraup pendapatan yang lebih besar. “Tak perlulah untuk mengeluh seperti itu. Apalagi mereka akan mendapat gantinya berupa bangunan yang lebih bagus saat nanti jadi,” ujarnya.

Disinggung pandangannya mengenai kondisi pasar di Kota Marmer, Bani-sapaan akrabnya mengaku masih banyak yang perlu sentuhan. Namun semua bergantung pada keputusan pemerintah pusat, mengingat pemerintah daerah hanya sebatas mengusulkan saja. “Inginnya tentunya direvitalisasi, tetapi harus bersabar,” tandasnya.

Terkait sikap dewan tersebut, para pedagang tidak mau mengambil pusing. Sebab mereka belum pernah berjualan di pasar. Sehingga hanya bisa  berkomentar  seadanya tanpa tahu kondisi di lapangan. “ Coba jika tidak ada penghasilan selama pembangunan. Ya mereka (dewan) di bayar tiap bulan,” ungkap salah satu pedagang yang enggan disebut nama.                              

Seperti diberitakan sebelumnya, lapak sementara untuk para pedagang Pasar Panjerejo, Kecamatan Rejotangan menuai keluhan. Para pedagang yang harus pindah ke lokasi sementara tersebut menganggap lapak yang tersedia kurang layak untuk berjualan. Mengingat ada beberapa di antaranya yang berdekatan dengan tempat sampah. Sehingga para pedagang khawatir ini berpengaruh pada pendapatan.(rka/din)

(rt/rak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia