Sabtu, 23 Jun 2018
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Perintis Trenggalek Gelar FGD

Senin, 18 Dec 2017 10:12 | editor : Anggi Septian Andika Putra

PENTINGNYA PENYADARAN : Wabup Arifin menilai pentingnya perlindungan ketenagakerjaan baik formal maupun non formal.

PENTINGNYA PENYADARAN : Wabup Arifin menilai pentingnya perlindungan ketenagakerjaan baik formal maupun non formal.

TRENGGALEK - Untuk mengoptimalkan perlindungan bagi para tenaga kerja di Kabupaten Trenggalek, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Blitar bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Perintis Trenggalek menggelar Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini untuk membangun sinergi antara pemerintah daerah, OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan BPJS Ketenagakerjaan untuk optimalisasi perlindungan pekerja di Kabupaten Trenggalek.  

FGD dipandu oleh Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Blitar, Arie Fianto Syofyan. Diikuti oleh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah OPD) dan yang mewakili. Hadir juga Wakil Bupati Trenggalek H. Mochammad Nur Arifin yang membuka acara serta dari BPJS Watch Arif Supriyono. FGD dimulai dengan penyampaian sosialisasi mulai dasar hukum BPJS Ketenagakerjaan, sampai dengan program - program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. 

Wakil Bupati Trenggalek mendukung upaya perlindungan terhadap tenaga kerja di bawah OPD di era kepemimpinannya bersama Bupati Emil ini. Meski jumlahnya kecil, di mana untuk tenaga pegawai pemerintah ini hanya kisaran 1 persen saja, namun terutama untuk para tenaga pendukung, diperlukan upaya penyadaran terhadap pentingnya perlindungan tenaga kerja melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Selebihnya, tenaga kerja di Trenggalek berada pada sektor informal. Namun dengan beberapa terobosan baik di bidang pertanian dan lainnya, diharapkan nantinya pengelolaan lewat koperasi yang dapatmengcover kebutuhan berasuransi. "Seperti pada pertanian terpadu, dimana ada sertifikat gratis. Dengan pengelolaan melalui koperasi diharapkan dianggarkan dulu untuk asuransi, baru nanti sisa hasil usaha dibagikan kepada semua anggota," ucap Wabup Arifin. 

Sedangkan untuk tenaga penunjang di lingkup OPD Pemkab Trenggalek, diharapkan dengan adanya upaya peningkatan kesejahteraan berupa perlindungan ketenagakerjaan ini, Wabup juga mengingatkan hasil kinerja yang maksimal kepada mereka. Sudah selayaknya ketika pemerintah menganggarkan berasuranai, maka ada timbal balik kinerja yang maksimal. 

Dalam diskusi kemarin, tersampaikan beberapa OPD yang belum mengikutkan para tenaga penunjang untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Di antaranya baik di dinas - dinas Pemkab Trenggalek, maupun di bawah naungan Kementerian Agama Trenggalek. "Ini memang bisa meyakinkan bagi para tenaga non PNS ke depan ada jaminan perlindungan ketenagakerjaan. Kita tahu saat ini OPD masih fokus pada pekerjaan, belum terpikir untuk perlindungan tenaga kerja. Mudah - mudahan tahun depan nanti dapat mengikuti, namun ini berpulang pada masing - masing UPT, " kata Kepala Badan Kepegasaian Daerah (BKD) Trenggalek Pariyo. 

Sementara disampaikan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Blitar ,Arie Fianto Syofyan, dari hasil diskusi kemarin, sebagai upaya menggali potenai secara optimal, kepada masing - masing OPD yang belum mengikutkan tenaga kerja Non PNS ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan. "Karena merupakan program strategis nasional, maka kami. minta dukungan untuk BPJS Ketenagakerjaan. Mangingat juga Trenggalek sangat banyak tenaga kerja di sektor informal, karena itu kami mohon support dan dukungan Pemkab Trenggalek, sebagai upaya mensejahterakan rakyat, mencegah kemiskinan, maka BPJS Ketenagakerjaan solusinya, " ucap Arie. (tin) 

DUKUNGAN : Pimpinna dan staf BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Blitar dan KCP Trenggalek berfoto bersama peserta FGD usai diskusi.

DUKUNGAN : Pimpinna dan staf BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Blitar dan KCP Trenggalek berfoto bersama peserta FGD usai diskusi.

GAYENG : Suasana saat berlangsungnya FGD.

GAYENG : Suasana saat berlangsungnya FGD.

GAYENG : Suasana saat berlangsungnya FGD.

GAYENG : Suasana saat berlangsungnya FGD.

GAYENG : Suasana saat berlangsungnya FGD.

GAYENG : Suasana saat berlangsungnya FGD.

(rt/ang/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia