Jumat, 22 Jun 2018
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Dorong Industri Desa, Sukseskan Program Pertanian Terpadu Plus

Selasa, 20 Feb 2018 13:17 | editor : Anggi Septian Andika Putra

PETANI BERDAULAT : Plt. Bupati Moch Nur Arifin bersama Aries Mufti (dua dari kiri), Joko Surono (paling kiri), dan Camat Pogalan saat sarasehan bersama anggota koperasi.

PETANI BERDAULAT : Plt. Bupati Moch Nur Arifin bersama Aries Mufti (dua dari kiri), Joko Surono (paling kiri), dan Camat Pogalan saat sarasehan bersama anggota koperasi. (TITIN/RATU)

TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus mendorong demi berhasilnya program utama pembangunan, yaitu pertanian terpadu plus.

Selaras dengan amanat presiden Jokowi membentuk Desa Emas 2045, yang plotingnya akan dimulai di Trenggalek.

Kemarin, Plt. Bupati Trenggalek H. Moch. Nur Arifin menerima kunjungan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Republik Indonesia Pokja Industri Pedesaan.

Ketua Pokja Industri Pedesaan KEIN Aries Muftie bersama rombongan berkunjung ke beberapa lokasi yaitu Dillem Wilis, Kecamatan Bendungan, Rumah Cokelat di Kecamatan Karangan serta di rumah produksi Pupuk Organik Cair (POC) milik Koperasi Tani (Koperta) Al-Mubarok yang berada di Kecamatan Pogalan.

Di sini berlangsung juga audiensi dengan anggota koperasi guna menyepakati cita-cita bersama, yaitu mewujudkan Desa Industri Mandiri sebagai strategi menuju Desa Emas.

Mengawali pertemuan dilaporkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek Ir. Joko Surono, bahwa rumah produksi POC di Pogalan ini saham dimiliki oleh koperasi yang bahan utamanya dibeli dari masyarakat yaitu kotoran sapi, kambing, dan kelelawar.

Berhasil digunakan di demplot yang ada di 14 kecamatan di masing-masing 1 ha. Untuk tanaman kedelai, jelas Joko, berhasil memanen 3,2 ton per ha dari rata- rata 2,6 ton.

“Untuk tanaman jagung, dengan menggunakan poduk ini bisa berbuah dua sampai tiga tongkol. Monggo dibuktikan, ini milik kita bersama, kita besarkan usaha ini bersama. Mudah–mudahan yang menjadi keluh kesah para petani ada solusinya. Apalagi jika melihat pada neraca perdagangan, masih banyak hasil pertanian yang kita datangkan dari luar Trenggalek,” ujar Joko.

Plt. Bupati Trenggalek Nur Arifin atau yang akrab disapa Mas Ipin memimpin sarasehan dengan tema Identifikasi Pengambangan Agro Industri Pedesaan Berbasis Pertanian Pajale dan Pembentukan Tekchnopark Agro Industri Desa.

Ipin memulai dengan menyampaikan program utama pembangunan Trenggalek yaitu pertanian terpadu plus.

“Pertanian karena enam puluh persen dari penduduk Trenggalek adalah petani. Kenapa harus terpadu? Karena dengan keterpaduan, maka biaya produksi akan lebih murah. Karena itu pertanian menjadi sektor penting dalam pembangunan, yang diharapkan para petani ini di Trenggalek bisa berdaulat,” jelas Mas Ipin.

Dengan kesadaran dan komitmen dari anggota koperasi ini, nantinya selaku pimpinan daerah, Ipin akan menyinergikan kebijakan yang bisa dibuatnya sebagai upaya untuk pemasaran.

Misalnya, dengan edaran untuk pemakaian produk beras organik dan hasil pertanian lainnya untuk kegiatan pemerintah daerah.

Plt. bupati juga mengingatkan pentingnya kesadaran untuk membantu pengentasan kemiskinan oleh para petani. Sehingga pengelolaan industri pertanian disyaratkan dalam wadah koperasi, di mana manfaat, keuntungan, dan kerugian ditanggung bersama.

Juga pentingnya kesadaran untuk membagi keuntungan dengan menyisihkan untuk berzakat yang dikelola oleh UPZ (Unit Pengelola Zakat) untuk dikembalikan atau disalurkan pada para kaum duafa yang membutuhkan.

Melihat semangat dari Pemkab Trenggalek serta masyarakat melalui wadah koperasi Aries Mufti optimistis industri pedesaan di Trenggalek akan berkembang lebih cepat. Baik dari jajaran pemangku kebijakan maupun masyarakat sebagai agen perubahan sangatlah solid.

“Trenggalek adalah tambang terbuka, yang seperti disampaikan Plt bupati, sifat pengelolaannya maslahat kepada seluruh warga. Ke depan bisa menjadi contoh terwujudnya industri desa. Saya juga sempat melihat desa wisata industri pengelolaan kopi Dillem Wilis. Saya akan minta kerja sama dari diaspora Belanda agar datang ke sini, untuk peningkatan industri kopi, coklat, dan susu,” ujar Aries.

Selanjutnya, Aries juga mengatakan untuk membangun industri pedesaan ini, perlu melihat Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RJPM).

KEIN akan menyuport, mengakselerasikan, bagaimana program yang disusun dari atas atau pemerintah pusat, bisa sesuai atau match dengan pemerintah daerah.

Harapannya setidaknya setiap tahunnya ada peningkatan pendapatan masyarakat, terutama petani sehingga angka kemiskinan berkurang.

Selanjutnya, pukul 19.00 WIB semalam berlangsung diskusi dengan KEIN dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum terkait kesuksesan Korea dan Tiongkok dalam mengusung spirit kemajuan bangsa lewat program Desa Emas.

Berlangsung di Pendapa Manggala Praja Nugraha, acara dimulai dengan pemutaran film kesuksesan desa-desa di Korea dan Tiongkok. (tin/ed/wen)

PUPUK ORGANIK CAIR : Rombongan melihat dan berdialog di rumah produksi POC Kecamatan Pogalan.

PUPUK ORGANIK CAIR : Rombongan melihat dan berdialog di rumah produksi POC Kecamatan Pogalan. (TITIN/RATU)

(rt/ang/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia