Selasa, 19 Jun 2018
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Panen Durian, BanyuNget Alami Lonjakan Wisatawan

Senin, 26 Feb 2018 10:18 | editor : Anggi Septian Andika Putra

EKSIS : Sejumlah pengunjung mengabadikan momen saat di kawasan Wisata Banyunget, kemarin(24/2).

EKSIS : Sejumlah pengunjung mengabadikan momen saat di kawasan Wisata Banyunget, kemarin(24/2). (AGUS M/RATU)

TRENGGALEK - Musim panen durian membuat jumlah kunjungan wisatawan ke Trenggalek meningkat. Ini karena selain mereka ingin mencicipi durian Trenggalek, juga menikmati pesona wisata di Kota Kripik Tempe ini. Salah satu destinasi yang banyak dikunjungi adalah Wanawisata BanyuNget. Tercatat, beberapa bulan terakhir ada ribuan kunjungan di lokasi wisata anyar tersebut.

Wakil Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri Andi Iswindarto mengatakan, pasca-branding canopy November lalu, terdapat lonjakan kunjungan wisata cukup signifikan. Jika biasanya kunjungan hanya berkisar di angka 200-400 orang per bulan, November lalu tercatat ada 2 ribu pengunjung di wanawisata tersebut.

Pada bulan berikutnya juga demikian. Ada sekitar 8 ribu pengunjung yang masuk di wisata yang dikelola Pokdarwis Desa Dukuh, Kecamatan Watulimo tersebut.

NYAMAN : Di kawasan Wisata Banyunget ini selain menyuguhkan pemandangan indah,tempat parkirnya juga luas

NYAMAN : Di kawasan Wisata Banyunget ini selain menyuguhkan pemandangan indah,tempat parkirnya juga luas (AGUS M/RATU)

Andi masih optimistis, kunjungan Wanawisata BanyuNget akan terus meningkat. Ini sejalan dengan musim durian yang jatuh pada Februari-April mendatang. Pasalnya, wanawisata ini juga berada di kawasan hutan durian yang beberapa waktu lalu ditetapkan oleh Kementerian Pertanian menjadi international durio forestry (IDF), sebagai hutan terluas di Indonesia.

Di sisi lain, standar canopy wanawisata BanyuNget memiliki sejumlah patokan untuk pelayanan sehingga memungkinkan wisatawan betah dan nyaman menikmati suasana alam di lokasi tersebut. "Januari kemarin ada 4 ribuan pengunjung. Awal Maret nanti puncak musim panen durian. Pasti akan ramai kunjungan wisatanya," jelas Andi.

Di lokasi wisata, Amel, seorang pengunjung dari kota Blitar mengaku cukup puas dengan wanawisata tersebut. Sayang, saat musim penghujan, pengunjung harus hati-hati. Pasalnya, wisata yang menyuguhkan panorama alam tersebut cukup licin. Maklum, jalur menuju beberapa spot memang sengaja dibuat sederhana alias dari tanah. "Yang seru itu waktu di jembatan goyang karena jembatannya berguncang-guncang," katanya lantas ternyum. (hai/ed/and)

(rt/muh/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia