Sabtu, 26 May 2018
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Kartini ISS RSUD dr Soedomo, Tangani 350 Kilo Linen Kotor Per Hari

Sabtu, 21 Apr 2018 09:28 | editor : Anggi Septian Andika Putra

TANGGUH : (dari kiri) Miniatun, Juariah, erita dan Sutiyah, saat ditemui di depan instalasi sentral strerilisasi (ISS) RSUD dr Soedomo, kemarin (20/4).

TANGGUH : (dari kiri) Miniatun, Juariah, erita dan Sutiyah, saat ditemui di depan instalasi sentral strerilisasi (ISS) RSUD dr Soedomo, kemarin (20/4).

Pelayanan yang baik di rumah sakit tidak terlepas dari campur tangan banyak pihak. Begitu juga di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedomo. Tak banyak yang tahu, selama ini ada perempuan-perempuan hebat yang menjadi penggerak utama dalam penyediaan fasilitas yang steril dan aman untuk semua pasien di rumah sakit milik Pemkab Trenggalek ini. Para Kartini tersebut bertugas di binatu yang notabene dalam naungan instalasi sentral sterilisasi (ISS).

 Setiap hari, mereka berjibaku dengan 350 kilo (kilogram, Red) linen (sprei, pakaian, dan lain-lain, Red) kotor karena pelayanan medis. Aktivitas yang mereka jalani ini bukan tanpa risiko. Sebab, linen bekas tindakan medis tersebut berasal dari pasien dengan penyakit yang beragam. Mulai penyakit ringan hingga penyakit yang infeksius, seperti hepatitis dan HIV.

Aktivitas mereka tidak pernah terpengaruh oleh hari libur. Sebab, linen-linen kotor tersebut harus segera mendapatkan perhatian. Untungnya, telah ada peralatan yang cukup membantu dalam tugas tersebut. Perlakuan terhadap linen bekas tindakan medis telah ada standar operasinya sehingga petugas ini bisa lebih tenang.

Tersebutlah nama, Sutiyah, 44, dan Minatun, 44, warga Desa Sambirejo, Kecamatan Trenggalek; Juariah, 50, warga Desa Sumber, Kecamatan Karangan; dan Erita, warga Plosokandang, Tulungagung. Merekalah yang belasan tahun menjadi penjaga fasilitas yang steril di rumah sakit ini. Dibantu sejumlah petugas lain di instalasi tersebut.

Kepada Koran ini, Sutiyah menceritakan, aktivitas yang dijalaninya memang tidak mengenal hari libur. Namun, berkat dukungan dan kekompakan rekan-rekannya, dia bisa saja mengambil libur saat ada kepentingan yang mendesak. “Yang jelas tugas itu harus rampung. Jangan sampai terbengkalai,” katanya.

Komitmen ini bukan tanpa sebab. Sehari saja binatu itu tak beropersi, dipastikan pelayanan di rumah sakit juga tersendat. Pasien maupun keluarganya akan mengeluh dan protes karena sprei atau linen lainnya kotor. “Minimal untuk setiap bed itu ada tiga sprei. Satu bekas dipakai, satu bersih, dan satu lagi untuk cadangan,” sahut Minatun yang sibuk sambil melipat kain.

Masa bakti mereka ini rata-rata sudah lebih dari 15 tahun. Mereka mengalami banyak hal. Mulai persoalan sarana cuci yang manual hingga kini yang sudah didukung dengan peralatan yang modern. Sekarang sudah ada washer extractor untuk mencuci sekaligus mengeringkan dan iron roll untuk menyetrika. “Dulu masih manual. Ini kaki saya sampai kapalen,” terang juariah.

Kini, untuk beraktivitas di binatu ini, mereka dipermudah meski juga pernah ada kendala yang dihadapi. Seperti mesin error sehingga pekerjaan tersebut menjadi sedikit lama karena menunggu perbaikan. “Saya kerja dulu itu awalnya digaji Rp 90 ribu. Kini alhamdulillahsudah diangkat pegawai,” imbuh Juariah bahagia.

Sementara itu, di lokasi terpisah, Direktur RSUD dr Soedomo dr Saeroni tidak menampik pentingnya ISS ini. Menurut dia, untuk dapat menyajikan pelayanan terbaik, mesti didukung oleh banyak pihak tak terkecuali binatu di ISS ini. “Jadi, semua memang harus saling men-support. Tenaga medis, fasilitas, dan sarana yang baik, serta komponen-komponen pendukung pelayan lain,” akunya.

Dia juga mengaku salut ketika para petugas tersebut dengan sabar menunggu tugasnya hingga tuntas, saat ada mesin trouble. Apalagi dulu sebelum ada alat alat cangggih ini, mereka menggunakan cara manual dan harus menjemur linen-linen itu untuk proses pengeringan. “Yang payah itu waktu hujan. Sebab, ada tuntutan cepat padahal masih tergantung dengan alam,“ tuturnya. 

(hai/ed/and)

(rt/muh/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia