Jumat, 25 May 2018
radartulungagung
icon featured
Tulungagung
Kartini's Day

Nurul Hidayati, Selalu Tekankan Pendidikan Anak

Ibu Jadi Benteng bagi Anak

Sabtu, 21 Apr 2018 10:10 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Nurul Hidayati, istri Sudarmaji

Nurul Hidayati, istri Sudarmaji

Hari Kartini diperingati setiap 21 April (hari ini, Red). Banyak hal yang bisa diteladani dari sosok Kartini. Bukan hanya sebagai pejuang perempuan pada zaman dahulu melawan penjajah, tetapi juga berjuang demi martabat kaum hawa. Tentunya juga tidak melupakan tugas utama perempuan sebagai ibu rumah tangga, termasuk mendukung suami dan mendidik anak. 

Seperti yang dilakukan Nurul Hidayati. Wanita berusia 42 tahun ini juga menjadi salah seorang pengagum sosok Kartini. Dia tidak hanya mempelajari atau meneladani Kartini dari segi melawan penjajah, tapi juga sikap lain, yakni tetap mampu melaksanakan tugas di rumah. Sebagai seorang istri, ibu rumah tangga, dan pembimbing anak-anak.

Menurut wanita berhijab ini, sekarang yang lebih bagus diteladani dari sosok Kartini bukanlah ketika melawan penjajah. Namun bagaimana mengisi kemerdekaan. Salah satunya dengan mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Yakni menjadi seorang ibu yang baik. Artinya, mendukung karir suami, Sudarmaji dan mendidik anak-anak. “Menjadi seorang ibu. Ibu merupakan sekolah pertama (tarbiyah) untuk anak-anak,” ungkapnya.

Ibu tiga anak ini melanjutkan, Kartini zaman now lebih tepat untuk membentengi anak. Jangan sampai anak terjerumus atau pun terpengaruh hal-hal yang kurang baik. Jangan sampai anak terlewat batas. Sebab, perkembangan teknologi saat ini juga berdampak negatif. Karena itulah, butuh pendampingan yang baik dari lingkup keluarga, terutama seorang ibu.

Selain itu, juga mendidik dalam hal sopan santun atau pun tata karma. Terlebih, Indonesia dikenal karena keramahan dan kesopanannya. Sopan dalam tindakan, tutur kata, dan berbusana. Mendidik inilah yang seharusnya dilakukan dengan baik. Dengan demikian, anak tumbuh di lingkungan yang tepat dan menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas. “Jadi, wajib menjaga anak. Selain itu, juga terkait adat ketimurannya,” jelasnya. 

Dia menambahkan, dengan menjaga adat ketimuran, maka akhlak anak menjadi terdidik. Ini tentu berdampak positif pada anak itu sendiri. “Terutama perilakunya. Ketika kita sopan dan menghormati orang lain, dipastikan kita juga akan dihormati,” katanya. (wen/ed/and)

(rt/whe/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia