Sabtu, 26 May 2018
radartulungagung
icon-featured
Pendidikan
Ransel Man 1 Trenggalek

Uswatun Khasanah, Anak Desa Sang Juara

Senin, 30 Apr 2018 16:58 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Uswatun Khasanah, Anak Desa Sang Juara

Uswatun Khasanah namanya, gadis kelahiran Bendungan, Trenggalek, pada 9 September 2000. Ini dikenal sebagai seorang siswa dengan segudang prestasi, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Berbagai prestasi telah dia torehkan sejak duduk di bangku SMP, contohnya seperti juara harapan I lombang story telling tingkat kabupaten, juara III lomba menyanyi solo, dan juara lomba cerpen tingkat provinsi.

Setelah lulus dari SMP, Uswatun memilih melanjutkan jenjang pendidikannya di MAN 1 Trenggalek. Di bangku aliyah ini, prestasi Uswatun tampak semakin berkibar. Hal itu terbukti dengan terpilihnya dia sebagai perwakilan MAN 1 Trenggalek dalam lomba pidato tingkat kabupaten dan berhasil meraih juara II. Selain itu, dia juga berhasil menjuarai lomba pidato se-eks Karesidenan Kediri, dan juara I lomba dai remaja street carnival zona Islam di bulan Juli tahun 2016 lalu.

Dia juga meraih juara I lomba pidato dalam memperingati Hari Santri Nasional, juara I aksioma tingkat kabupaten cabang pidato bahasa Indonesia, juara II lomba cipta puisi tingkat SMA/SMK/MA, juara I lomba esai dalam memperingati hari guru 2017, serta menduduki peringkat ke-7 story telling se-Jawa Timur di IAIN Tulungangung. Bahkan, baru-baru ini Uswatun meraih juara pertama lomba esai dengan tema ‘aku dan buku’ se-Kabupaten Trenggalek.

Tak hanya prestasi nonakademik, Uswatun juga memiliki prestasi akademik yang menonjol. Hal itu terbukti dengan peringkat di kelasnya yang terbilang unggul dibandingkan teman-temannya. Uswatun juga dinobatkan sebagai salah satu dari siswa berprestasi di MAN 1 Trenggalek pada waktu purnawiyata kelas 12 beberapa waktu lalu. Padahal, waktunya sudah terkuras dengan berbagai kegiatan pondok yang ditinggalinya sekaligus aktivitasnya sebagai seorang hafizah.

Gadis serba bisa ini menjadikan ayahnya sebagai teladan hidupnya. Banyak orang menyanjung kehebatannya,tapi dia tidak pernah besar kepala. Dia selalu mengingat nasihat ayahnya yang mengajarkannya untuk membuang jauh-jauh sifat sombong. Bahkan, Uswatun memiliki prinsip yang selalu membuatnya rendah hati. “Karena kita harus terus belajar. Dan aku sering mengingatkan diriku sendiri. Kalau aku sudah pintar, tidak aku mungkin bersekolah,” tutur Uswatun.

Ya, itulah Uswatun Khasanah dengan berbagai prestasi yang dimilikinya. Namun di samping itu semua, dia tidak mau membanggakan apa yang dia punya. Dia selalu berusaha menyelaraskan antara ilmu dan akhlaknya untuk menjadi manusia yang berguna. (*)

(rt/ang/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia