Sabtu, 26 May 2018
radartulungagung
icon featured
Politik

Dukung Keamanan Investasi Laut, Gelar Desiminasi Informasi Geospasial

Sabtu, 12 May 2018 10:22 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Anggota Komisi VII DPR RI Rofi' Munawar, Lc.

Anggota Komisi VII DPR RI Rofi' Munawar, Lc.

TRENGGALEK - Sebanyak 100 orang warga Trenggalek mengikuti desiminasi informasi geospasial. Dengan diperolehnya informasi tentang geospasial ini diharapkan bisa mendukung kepastian investasi di bidang kelautan. 

Kegiatan berlangsung di Balai Kurahan Sumbergedong. Para peserta adalah perangkat kelurahan Sumbergedong, tokoh masyarakat, tokoh nelayan, pemuda, dan mahasiswa. Hadir juga Kepala Dinas Kelautan Trenggalek Syuhada Abdullah. 

Desiminasi ini diberikan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) yang merupakan mitra kerja Komisi VII DPR RI. Hadir juga menyampaikan sambutan atas kedatangan BIG ke Trenggalek ini, anggota Komisi VII DPR RI Rofi' Munawar, Lc. 

INFORMATIF : Narasumber dan peserta desiminasi informasi geospasial berfoto bersama usai acara.

INFORMATIF : Narasumber dan peserta desiminasi informasi geospasial berfoto bersama usai acara.

"Inilah upaya kami yang bisa kami upayakan untuk kemajuan Trenggalek. Saat ini saya di komisi 7 yang salah satu mitranya adalah badan inseminasi geospasial. Bahwa kemajuan dan peningkatan budi daya laut juga tergantung dengan amannya investasi kelautan, maka peta itu sangat dibutuhkan, " kata Rofi' Munawar. 

Kepala Pusat Pemetaan Kelautan dan Lingkungan Pantai-Badan Informasi Geospasial Muhtadi Ganda Sutrisna menjelaskan banyak hal tentang geospasial. Dimulai dari BIG (DHL Bakosurtanal) adalah salah satu mitra kerja komisi 7 DPR RI yg bersama-sama membidani lahirnya UU Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial. BIG mempunyai kewenangan menyelenggarakan informasi geospasial nasional. 

Informasi geospasial dasar merupakan dasar penyajian informasi tematik seperti hutan, pertanian, tambang, dan lain-lain. Gabungan informasi tersebut dapat dianalisis untuk berbagai kepentingan. Misal perencanaan tata ruang dan lainnya.

Informasi geospasial darat berupa peta rupa bumi dari skala 1:1000 sampai dengan 1:1.000.000, dan peta lingkungan pantai serta peta lingkungan laut. "Data dan informasi geospasial masih jauh dari target terutama skala besar. Untuk itu, dilakukan prioritas kawasan strategis, kawasan industri, pariwisata dan lain-lain," kata Ganda. 

Untuk wilayah laut, kata Ganda, data yang dihasilkan berupa garis pantai dan kedalaman laut. "Salah satu pemanfaatan bagi nelayan adalah sintesis data arus, pasang surut, kedalaman, plankton, dan lain-lain diprediksi lokasi ikan sehingga nelayan lebih irit solar," lanjut Ganda. 

Beberapa aplikasi, lanjut Ganda, seperti mitigasi bencana, alokasi bantuan logistik, proteksi endemik, dan lainnya merupakan aplikasi dengan memanfaatkan tools GIS. Mengingat kebutuhan informasi geospasial yang mendesak, sementara sumber daya terbatas, terobosan pemanfaatan citra tegak resolusi tinggi dapat dipakai alternatif sementara sebelum informasi geospasial dasar skala besar terselesaikan. (ed/tin) 

(rt/ang/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia