Sabtu, 26 May 2018
radartulungagung
icon featured
Features
Atlet Tinju Amatir Blitar Berjaya

Pertina Kabupaten Blitar, Juara Umum Kejurprov Tinju Amatir

Persiapan Mepet, Raih 5 Medali Emas

Senin, 14 May 2018 10:43 | editor : Ridha Ervina

Atlet dan pengurus Pertina Kabupaten Blitar

Atlet dan pengurus Pertina Kabupaten Blitar (ist)

Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kabupaten Blitar kembali mengharumkan nama Kabupaten Blitar di kancah regional. Ini setelah dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Tinju Amatir se-Jawa Timur (Jatim), lima atlet mampu membawa pulang medali emas. Akhirnya, Pertina Kabupaten Blitar keluar sebagai juara umum dalam kejurprov yang digelar pada 9-13 Mei lalu.  Dan lima petinju ini rata-rata masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA).

 

Noormalady Usman

Rasa bangga dan bahagia terpancar dari wajah pengurus, pelatih, dan official Pertina Kabupaten Blitar kemarin (13/5). Pasalnya, tak hanya meraih lima medali emas dari lima atlet binaannya. Namun, juga Pertina Kabupaten Blitar keluar sebagai juara umum, dalam kompetisi yang diikuti oleh seluruh Pertina dari Kota/Kabupaten se-Jatim ini.

Lima atlet berprestasi yang meraih emas ini yakni Syaiful Luqman, pelajar kelas II SMA Negeri 1 Talun (kelas 46 kilogram); M. Ulinnuha, UNU Blitar (kelas 49 kilogram); Andre Saputra, siswa  SMA Negeri 1 Kademangan (kelas 52 kilogram); Agung Setiawan, siswa SMP Negeri 1 Nglegok (kelas 56 kilogram); dan Hari Santosa, siswa SMK Negeri 1 Kota Blitar (kelas 60 kilogram).

“Sejak Pertina Kabupaten Blitar berdiri pada 2010 lalu, ini kali pertama Pertina meraih juara umum dalam sebuah kompetisi resmi. Dan lebih bangga lagi karena lima atlet potensial asal Kabupaten Blitar meraih medali emas,” jelas Ketua Umum Pertina Kabupaten Blitar Miftakul Khoirudin atau yang akrab disapa Stak Poncogati ini.

Dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), kata  pria yang juga ketua harian KONI ini, sangat mendukung prestasi yang diraih Pertina selama ini. Berbagai event dan kejuaraan atlet Pertina diikutkan, bukan hanya prestasi pribadi atlet saat mendapatkan medali emas, tapi juga dana pembinaan juga selalu diberikan kepada atlet. “Pemerintah lewat KONI Kabupaten Blitar sangat mendukung. Sarana latihan hingga diikutkan dalam berbagai event selalu setiap tahunnya,” tegas mantan Juara Nasional Tinju Profesional ATI, yang juga mengetuai tiga cabang olahraga bela diri prestasi Kabupaten Blitar ini.

Sedangkan pelatih kepala Pertina Kabupaten Blitar Awi Puji atau Puji Sanjaya mengaku, sebelumnya tidak pernah mematok target muluk-muluk. Terlebih mengincar posisi juara umum. Pasalnya, pada kejuaraan sebelumnya hanya bisa menyumbang beberapa medali. Namun, dia selalu mengatakan kepada anak latihnya untuk bertanding sebaik mungkin demi membawa nama harum Kabupaten Blitar. “Saya merasa sangat bangga karena atlet saya bisa meraih prestasi dan medali emas. Bahkan, Pertina Kabupaten Blitar akhirnya menjadi juara umum untuk kali pertama,” ujarnya.

Dirinya menuturkan, untuk persiapan jelas kejurprov ini terbilang cukup minim yakni hanya sebulan para atlet berlatih bersama. Meskipun dalam sebulan tersebut, seluruh atlet digenjot fisik dengan luar biasa, mulai dari latihan di ring, hingga stadion dan bukit di wilayah Kademangan. “Hanya sebulan training center, tapi selama seminggu tiga kali dan saya benar-benar menggenjot fisik anak-anak. Karena kalau fisik siap, maka mental dan fighting spirit akan muncul,” ujar pria yang juga ketua Harian Pertina Kabupaten Blitar ini.

Lebih bangga lagi karena para petinju-petinju muda ini notabene masih duduk di bangku SMA. Mereka memiliki keberanian bertinju karena berlatih tinju bukan hanya sekadar saling memukul. Namun, membutuhkan skill dan keahlian untuk memperoleh poin dengan mengenai tubuh lawan. “Kalau orang berani banyak, tapi kemudian ada pelajar yang benar-benar serius berlatih tinju dan kemudian berprestasi. Itulah pemberani sejati,” ujar pria yang akrab disapa Awi ini.

Sedangkan Yuli Purnomo, asisten pelatih dan juga Sekretaris Pertina mengakui bahwa sistem pembinaan yang dibangun oleh Pertina Kabupaten Blitar yang membuat atlet merasa tertantang untuk berprestasi. Mulai dari sparing setiap bulan hingga latihan bersama puslatcab. “Para atlet tinju Kabupaten Blitar benar-benar dibina dari bawah karena setiap bulan pasti digelar seleksi para petinju yang potensial dari 21 sasana yang ada di Kabupaten Blitar. Kemudian petinju terbaik ditandingkan dengan wakil sasana yang berbeda dan kemudian yang terbaik yang masuk puslatcab,” aku pria yang juga pendidik di SMK Negeri 1 Nglegok ini.

Animo bertinju di Kabupaten Blitar memang cukup tinggi, meskipun terkadang  masyarakat masih memandang olahraga tinju hanya sekadar ajang saling pukul hingga berdarah dan terluka. Padahal, tinju amatir merupakan olahraga yang membutuhkan skill dan keahlian tersendiri serta latihan yang serius menggunakan teknik. “Daripada ikut ajang tarung yang tidak jelas, lebih baik diikutkan tinju. Selain bisa berprestasi, anak-anak juga dilatih untuk berjiwa sportif dan berani untuk menggunakan teknik yang sudah didapatkan dalam latihan. Ini yang ingin ditunjukkan oleh Pertina Kabupaten Blitar,” beber pria ramah ini. (adv/ed/dha)

(rt/usm/rid/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia