Sabtu, 26 May 2018
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Sosialisasi Relokasi dan Pembangunan Pasar Pon

Rabu, 16 May 2018 08:41 | editor : Anggi Septian Andika Putra

PERSIAPAN RELOKASI : Plt. Bupati Moch. Nur Arifin saat berdialog dengan paguyuban Pasar Pon, foto atas. Gambar rencana bangunan Pasar Pon yang ditunjukkan konsultan kepada para pedagang.

PERSIAPAN RELOKASI : Plt. Bupati Moch. Nur Arifin saat berdialog dengan paguyuban Pasar Pon, foto atas. Gambar rencana bangunan Pasar Pon yang ditunjukkan konsultan kepada para pedagang.

TRENGGALEK - Pemkab Trenggalek akan melelang pembangunan Pasar Pon pada akhir 2018 nanti. 

Sebagai langkah persiapan, kemarin berlangsung Sosialisasi Relokasi dan Pembangunan Pasar Pon Trenggalek disampaikan langsung oleh Plt. Bupati Trenggalek H. Mochamad Nur Arifin kepada para pedagang Pasar Pon.

Diawali laporan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek Ir. Mokhamad Siswanto, SH, MM bahwa sebanyak 703 pedagang Pasar Pon akan direlokasi selama berlangsungnya pembangunan Pasar Pon.

Dan kegiatan kemarin merupakan sosialisasi ketiga terhadap pedagang pasar. Namun jika sebelumnya hanya melalui paguyuban, kemarin menyeluruh kepada para pedagang.

Plt. Bupati Arifin menjelaskan begitu gamblang terkait rencana relokasi dan pembangunan Pasar Pon. Dimulai dengan lelang yang akan berlangsung pada akhir tahun 2018, dan akan domulai pembangunannya pada awal tahun 2019.

Kemudian relokasi pedagang dimulai pada Agustus sampai Oktober, dan selanjutnya November sampai dengan selesainya pembangunan pasar, pedagang menempati lapak - lapak yang telah disediakan.

Yaitu di area bekas kantor Dispendukcapil, pemkab telah menganggarkan Rp 600 juta untuk merobohkan bangunan dan menyediakan tempat bagi pedagang. Kemudian lapak juga disediakan di area pasar basah dan juga di terminal colt sebelah pasar basah.

Jika masih belum cukup, maka akan diajulan di perubahan anggaran keuangan untuk penyediaan lapak di tempat yang masih bisa dipakai.

”Juga paguyuban berperan penting. Nanti tolong dirembug yang bagus, kami dari pemerintah hanya membantu menengahi, jangan rebutan. Jadi yang penting nanti sementara yang punya kios bisa penempatan dulu, dibagi bersama, semoga bisa cukup. Nah, untuk dalamnya seperti apa, itu nanti menyesuaikan kebutuhan. Karena tidak mungkin pedagang baju sama dengan pedagang sayur atau buah,” kata Plt. Bupati Arifin.

Arifin juga menegaskan agar setelah mendapatkan kios, pedagang tidak menyewakan lagi dengan harga yang tinggi. Dengan menempati bangunan pasar yang baru nanti diharapkan pedagang semakin semangat, menyediakan kebutuhan masyarakat secara komplit dan konsisten.

Apalagi meskipun pasar tradisional, namun banyak sentuhan modern yang akan merubah pola berjualan di Pasar Pon.

Sementara dari konsultan DED CV. Kusuma Abadi Tulungagung memperlihatkan rencana bangunan Pasar Pon. Pasar berlantai dua ini menggunakan konsep modern dalam hal pelayanan untuk kenyamanan untuk pedagang dan pembeli.

Mulai dari akses masuk dari empat penjuru dengan pintu utama di sisi barat menghadap ke jalan nasional. Kemudian ketersediaan toilet di semua sudut pasar. Penyediaan tangga maupun tangga berjalan untuk memudahkan akses ke lantai dua.

Kebersihan dan kerapian yang penting untuk dijaga, ketersediaan area parkir yang memadai, ruang terbuka di sisi barat selatan, juga ruang terbuka di tengah pasar yang bisa dimanfaatkan untuk event yang bisa meramaikan pasar.

Juga tersedia tempat pembuangan sampah. Juga lantai dua yang dibuat terbuka, sehingga bisa dilihat ada dagangan atau aktivitas di lantai dua.(tin)

(rt/ang/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia