Selasa, 19 Jun 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Satu Korban Miras Asal Tulungagung Masih Koma

Senin, 04 Jun 2018 09:50 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Ilustrasi

Ilustrasi (Jawa Pos)

Sementara itu, korban miras oplosan Agung Triwanto, 34, masih koma di IGD RSUD dr Iskak. Jika dihitung, dia sudah tiga hari koma pascamenenggak miras oplosan Selasa (29/5) lalu.

Sedangkan rekannya, Sandi Purnomo, 34, mengembuskan nafas terakhir pada (2/6) kemarin, sekitar pukul 04.45. Korban lainnya, Abas Prasetyo, 35, kini kondisinya semakin membaik.

“Pasien yang ketiga yang bernama Abas Prasetyo kondisinya semakin membaik. Kemarin (2/6) sudah bisa meninggalkan ruangan red zone, kini dia di ruang rawat inap Dahlia,” ungkap Kasi Informasi dan Pemasaran RSUD dr Iskak Mohc Rifai, kemarin (3/6).

Dia menjelaskan, kondisi korban yang kini mengalami koma mendapat perawatan yang lebih intensif dan yang terbaik. Sebab, kondisi korban semakin lemas dan butuh penanganan.

“Kondisinya kalau yang Agung itu memang sudah koma dari awal dan belum ada perubahan mengarah yang lebih baik, bahkan kondisinya semakin mengkhawatirkan,” jelasnya.

Menurut dia, orang yang terkena overdosis dengan konsumsi metanol, maka munculnya sekitar 48 sampai 72 jam setelah dia minum. Maka jika terlambat sesuai waktu yang diperkirakan tersebut, kondisi korban sudah memprihatinkan.

“Kalau lebih dari 72 jam, maka kondisinya akan kritis,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dampak yang jelas ketika mengonsumsi metanol tersebut adalah ke seluruh organ. Sebab, racun akan mengalir ke seluruh darah.

“Bahkan, yang sudah meninggal kemarin sudah kami lakukan cuci darah sekitar dua kali. Dan yang Agung sekarang masih kritis juga sudah kami lakukan cuci darah,” ujarnya.

Di lain pihak, keluarga Sandi Purnomo saat ditemui wartawan Jawa Pos Radar Tulungagung di kediamannya, Lingkungan X Desa/Kecamatan Ngunut, enggan menerima kedatangan wartawan.

“Wis gak usah interview-interview-an, lha wong sek berduka (sudah gak usah interview-interview-an karena masih berduka, Red),” ungkap saudara Sandi Purnomo yang tidak mau disebutkan namanya.

Menurut Darti, tetangga, Sandi Purnomo selama tiga hari korban belum pulang ke rumah. ”Itu pengakuan saudara korban,” katanya. Dia menambahkan, korban dimakamkan pada Jumat (2/6) setelah salat tarawih.

Seperti diberitakan, peredaran miras saat Ramadan di Kota Marmer masih marak. Indikasinya, tiga orang warga Desa/Kecamatan Ngunut terpaksa dirawat di red zone RSUD dr Iskak. Mereka mengalami koma dan overdosis (OD), lantaran diduga pesta miras oplosan.

Sandi Purnomo, warga Desa/Kecamatan Ngunut, mengembuskan nafas terakhir kemarin (2/6) sekitar pukul 02.30. Dia merupakan korban pesta minuman keras (miras) yang sempat dirawat di red zone RSUD dr Iskak Tulungagung, bersama dengan dua teman lainnya.

Pria berusia 34 tahun tersebut tidak bisa ditolong setelah mendapat perawatan sekitar di rumah sakit sekitar 24 jam. (yon/c1/ed/and)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia