Selasa, 19 Jun 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Ronda Sahur, Pemuda Dua Desa Bentrok

Selasa, 05 Jun 2018 10:30 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Grafis Kronologi Bentrokan

Grafis Kronologi Bentrokan (Hendra Novias)

TULUNGAGUNG- Niat untuk membangunkan orang sahur sekitar pukul 02.30 kemarin (4/6), justru petaka didapat tiga bocah warga Desa Gedangan, Kecamatan Karangrejo.

Mereka jadi korban pengeroyokan oleh dua pemuda asal desa sebelah, yakni Desa Sukowidodo, kecamatan setempat.

Awal kejadian bentrokan tersebut saat ketiga bocah berinisial BRR, 16, MS, 15, serta IM, 15, beserta enam teman lainnya berniat membangunkan warga Dusun Patuk, Desa Gedangan, Kecamatan Karangrejo, untuk santap sahur pukul 02.30.

Bahkan, warga Desa Sukowidodo, yang bersebelahan dengan desa tersebut juga dapat giliran dibangunkan mereka.  

Namun tiba di Dusun Jasem, Desa Sukowidodo, tidak lama kemudian bocah yang melakukan ronda menggunakan pengeras suara dihentikan empat pemuda warga setempat, dengan tujuan agar meminta volume suara dikurangi.

Meski volume suara sudah dikurangi, tiba-tiba mereka diserang dengan cara dipukul.

Tak pelak tiga bocah lebam, serta robek di bibir, sedangkan enam bocah lainnya berhasil lari dan menyelamatkan diri.

Ivan Muhctar Alamsah saat di temui di Polsek Karangrejo mengatakan, bersama dengan 10 teman lainnya sudah biasa melakukan ronda dengan menggunakan pengeras suara di sekitar desanya.

Tujuannya, membangunkan warga sekitar untuk santap sahur.

“Kami menggunakan pengeras suara yang kami angkut dengan kendaraan roda dua, selain itu kami angkut dengan mesin ledok,” jelasnya.

Setelah selesai putar-putar di desanya sendiri, dia beserta sembilan orang lainnya melanjutkan ke Desa Sukowidodo.

Sialnya, dihentikan empat pemuda tidak dikenal, dan dipukul.

“Mereka menyuruh kami berhenti dan mengurangi volume suara, kami turuti. Namun, tiba-tiba mereka memukul kami, dan teman saya berhasil melarikan diri,” ungkapnya.

Selang beberapa menit,salah seorang dari pelaku pergidan langsung kembali dengan membawa duasenjata tajam,serta golok dengan cara diseret dengan naik kendaraan.

Beruntung, ada temannya berhasil melarikan diri dan datang kembali dengan mengajak pemuda desanya.

“Kami dibantu kakak-kakak kami, dan mereka berhasil merampas golok itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Karangrejo AKP Puji Hartanto mengatakan, setelah dapat laporan dari beberapa warga berkaitan dengan penganiayaan dan adanya membawa senjata tajam, polisi langsung melakukan penyelidikan.

“Kami menangkap pelaku bernama Bayu Setiyawan, 20 tahun, warga Desa Sukowidodo, dan dihadapan kepolisian pelaku mengakui melakukan pemukulan,” jelasnya.

Dia menjelaskan, setelah dapat keterangan dari Bayu Setiyawan, polisi menjemput pelaku lainnya.

Sekitar pukul 08.30 polisi berhasil menangkap pelaku lainnya.

“Saya sendiri yang memimpin penangkapan itu dan dibantu oleh Kanit Reskrim Aiptu Mukadi, pelaku kedua yang bernama Sofri Dwi Yulian, 20 tahun, dengan alamat yang sama berhasil kami bawa ke polsek, untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ungkapnya.

Dia menambahkan, polisi juga mengamankan barang bukti berupa celurit, dengan golok yang dibawa saat kejadian berlangsung.

“Ancaman hukuman kepada mereka lima tahun penjara,” ujarnya. (yon/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia