Rabu, 20 Jun 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Polres Tulungagung Musnahkan Ribuan Botol Miras

Kamis, 07 Jun 2018 10:26 | editor : Anggi Septian Andika Putra

BARANG BUKTI: Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar musnahkan ribuan botol miras di halaman Pemkab Tulungagung, kemarin (6/6).

BARANG BUKTI: Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar musnahkan ribuan botol miras di halaman Pemkab Tulungagung, kemarin (6/6). (AGUS DWIYONO/RATU)

TULUNGAGUNG - Barang bukti hasil operasi jajaran Polres Tulungagung dimusnakan kemarin (6/6) di halaman kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung.

Proses pemusnahan 3.175 botol miras dengan cara dilindas memakai alat berat. Sedangkan 8.150 butir dobel L dan 5 gram sabu-sabu digiling memakai blender.

Pemusnahan tersebut sekaligus menandai Polres Tulungagung membuka operasi ketupat semeru mulai Kamis hari ini (7/6) hingga 18 hari ke depan atau Minggu (24/6) mendatang.

BARANG BUKTI: Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar musnahkan ribuan botol miras di halaman Pemkab Tulungagung, kemarin (6/6).

BARANG BUKTI: Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar musnahkan ribuan botol miras di halaman Pemkab Tulungagung, kemarin (6/6). (AGUS DWIYONO/RATU)

Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengungkapkan, barang bukti miras, narkoba, dan alat judi merupakan hasil operasi polisi mulai Januari hingga Juni 2018 ini. Dengan sasaran wilayah pinggiran dan perkotaan.

“Penangkapan dan pemusnahan ini kami harapkan akan berefek jera bagi pelaku, penikmat, penjual obat, penjudi, dan pemabuk,” jelasnya.

Terkait miras, kata dia, ada 3.175 botol yang digilas. Jika dirinci, 1,836 merek Ciu, 257 merek Vodka, 142 merek Alimy, 560 merek Post, 254 merek Orang Tua, dan 148 Anggur Merah.

Diamengatakan,diKota Marmerlebihsering menemukan konsumen daripada distributor. Sebab, rata-rata produsen mendistribusikankembali dari daerah laindan nanti dijual ulang.

“Kami menduga miras ini didapat dari jauh, mungkin Jawa Tengah. Bahkan dari lingkungan sekitar Tulungagung sendiri,” jelasnya.

Dia menjelaskan, polisi juga mengamankan pemilik, penjual, maupun  peminum miras.

“Selama enam bulan ini, mulai Januari sampai Juni, kami mengamankan pemilik, penjual, dan peminum sebanyak 431 orang,” ujarnya.

Dia menambahkan, polisi sudah geram terhadap peredaran miras dan mengimbau warga Tulungagung untuk menjauhi barang-barang haram tersebut.

“Kami sampaikan kepada warga Tulungagung, saya sampai naik ke mesin gilas karena sudah geram dengan barang haram itu. Jangan sekali-kali mendekati miras kalau tidak mau berhadapan dengan kami,” tegasnya. (yon/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia