Senin, 18 Jun 2018
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Ramp Check, Temukan Dua Bus Tak Layak

Kamis, 07 Jun 2018 10:42 | editor : Anggi Septian Andika Putra

SANTAI: Pengemudi bus sedang diperiksa petugas terkait persyaratan kendaraannya untuk beroperasi.

SANTAI: Pengemudi bus sedang diperiksa petugas terkait persyaratan kendaraannya untuk beroperasi. (RIDHO WISNU INDARTO/RATU)

TULUNGAGUNG – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2018, Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung mengadakan pemeriksaan kelayakan kendaraan (ramp check) di Terminal Gayatri kemarin (6/6).

Kegiatan tersebut untuk mengantisipasi kecelakaaan lalu lintas (laka lantas) karena ketidaklayakan kendaraan.

Selain itu, ramp check untuk menjaga kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat pengguna transportasi umum, agar arus mudik maupun arus balik tahun 2018 terjaga kelancarannya.  

“Baik bus umum maupun bus pariwisata yang akan digunakan untuk mengangkut penumpang mudik agar dalam dalam kondisi safety (aman) dan nyaman untuk kegiatan mudik maupun arus balik pada Lebaran tahun ini,” ujar Kepala Bidang Keselamatan Jalan Dishub Tulungagung Wijanarko.

Dia menyatakan, itu untuk pengecekan primer pada rem bus, rem tangan bus, serta sistem roda. Karena pelanggaran paling umum biasanya pada roda yang vulkanisasi dan pada bagian pengereman.

Bagian-bagian lain yang tidak luput dari periksaan, di antaranya lampu-lampu serta kelengkapan seperti roda cadangan alat pemadam kebakaran, segi tiga pengaman, dan tentunya kelengkapan administrasi seperti SIM, STNK, dan buku uji bagi pengemudi.

Pada pemeriksaan kemarin, ada lima PO yang diperiksa kelayakannya.

Yaitu PO Harapan Jaya, PO Bagong, PO Rukun Jaya, PO HR Tour, dan PO Lisa Jaya Trans. Pada pemerisakan tersebut ditemukan dua bus yang tidak layak jalan, salah satunya bus pariwisata.

Pihak dishub langsung menghubungi pihak PO yang terkait untuk tindakan selanjutnya. Yaitu bus yang tidak layak beroperasi, akan ditilang dan menyuruh pemilik bus untuk segera mengganti apa saja yang tidak layak agar dapat beroperasi kembali.

“Soalnya kalau ditilang saja, dikhawatirkan dalam rentang waktu tersebut dalam menunggu sidang malah tidak diganti,” ungkapnya.

Sementara itu, pada pemeriksaan kemarin juga diketahui ada bus yang mengalami kerusakan pada bagian kaca saja hanya diberi peringatan.

“Kerusakannya hanya pada kaca. Itu pun hanya 30 persen kita kasih toleransi tapi tetap didata dan beri peringatan agar segera menggantinya jika besok masuk lagi ke Terminal Gayatri masih dalam kondisi seperti itu akan kita tindak. Jika kerusakan kaca sekitar 75 persen akan kita tilang,” kata dia.

Transportasi yang sudah terkena tilang secara teknis tidak bisa beroperasi lagi. Namun pada pelanggaran yang tidak terlalu fatal masih diizinkan untuk beroperasi.

Dia menambahkan, rencananya ramp check akan dilakukan setiap hari.

“Untuk kini masih prosedur standar pemeriksaan, nanti ada pemeriksaan gabungan dengan pihak kepolisian, BNN, dan dinas kesehatan untuk pemeriksaan secara menyeluruh,” ujarnya.

Menurut dia, angkutan umum yang masuk Terminal Gayatri setiap hari sekitar 200 angkutan per hari. Baik itu antar kota dalam provinsi (AKDP) maupun angkutan kota antar provinsi (AKAP).

Kini, lanjut dia, belum ada penambahan volume armada transportasi umum di terminal.

”Untuk sementara, keramaian pada terminal masih belum mencapai puncaknya prediksi penumpukan terjadi pada setelah hari libur sekolah, sekitar 8 Juni,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kenaikan tarif untuk saat ini sudah menggunakan batas tarif atas, tapi akan tetap dikontrol oleh pihak dishub.

“Cara mengatasi kenaikan tarif tersebut nanti kita turunkan personel kita untuk stand by di beberapa titik di jalan,” pungkasnya.

Dia memberikan contoh, semisal ada penumpang turun langsung ditanyai ditarik berapa oleh kondektur bus atau jika diperlukan dilakukan pengecekan di dalam bisa. Jika ada pelanggaran langsung dilaporkan ke dishub untuk dicabut izin operasinya,” tegasnya. (c1/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia